Gambar Prodi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Perkuat Kemitraan dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sinja

Prodi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Perkuat Kemitraan dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sinja

UIN Alauddin Online — Jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar memperkuat kontribusi akademiknya dalam pengembangan literasi masyarakat melalui kemitraan dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sinjai, Jumat (7/8/2026).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sinjai, Jalan R.A. Kartini, Sinjai. Kegiatan dihadiri Sekretaris Jurusan dan perwakilan mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Makassar, Dr. Saenal Abidin, S.I.P., M.Hum.

Kemitraan ini menjadi ruang kolaborasi antara kekuatan akademik perguruan tinggi dan pengalaman praktis pemerintah daerah dalam mengelola perpustakaan serta mengembangkan layanan literasi bagi masyarakat.

Saenal Abidin mengatakan, kerja sama tersebut penting untuk mempertemukan pengetahuan yang dikembangkan di kampus dengan kebutuhan nyata pengelolaan perpustakaan di lapangan.

“Kerja sama ini menjadi ruang untuk mempertemukan sumber daya akademik di kampus dengan pengalaman praktis yang dimiliki lembaga perpustakaan. Harapannya, sinergi ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan perpustakaan sekaligus peningkatan kompetensi mahasiswa,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi tersebut juga membuka peluang bagi Jurusan Ilmu Perpustakaan untuk mengoptimalkan kepakaran dosen, keterlibatan mahasiswa, serta pengembangan keilmuan melalui berbagai kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan perpustakaan daerah.

“Kami memiliki sumber daya akademik yang dapat dikolaborasikan dengan kebutuhan di lapangan, baik melalui kepakaran dosen, keterlibatan mahasiswa, penelitian, pengembangan keilmuan, maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi seperti ini penting agar ilmu yang dikembangkan di perguruan tinggi dapat memberikan manfaat secara langsung,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, kemitraan ini memberikan ruang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman lapangan. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang perkuliahan, tetapi juga dapat memahami secara langsung pengembangan koleksi, pelayanan pemustaka, literasi informasi, pemanfaatan teknologi, hingga pengelolaan perpustakaan berbasis kebutuhan masyarakat.

“Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman langsung di lapangan agar kompetensi yang mereka miliki tidak berhenti pada pemahaman teori. Melalui kemitraan ini, mereka dapat melihat bagaimana perpustakaan dikelola, bagaimana melayani masyarakat, serta bagaimana teknologi dan literasi informasi dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan pemustaka,” jelasnya.

Saenal Abidin menambahkan, kerja sama tersebut juga dapat dikembangkan melalui berbagai program akademik dan peningkatan kapasitas.

“Ke depan, kerja sama ini dapat dikembangkan dalam bentuk seminar, pelatihan, bimbingan teknis, diskusi akademik, pengembangan literasi informasi, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap program yang lahir dari kerja sama ini benar-benar memberikan dampak bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan layanan perpustakaan,” tandasnya.

Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi berlanjut melalui program konkret yang berdampak pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia, kualitas pengelolaan perpustakaan, dan budaya literasi masyarakat.

Previous Post Dekan FSH UIN Alauddin Dorong Kader Ulama Berpikir Kontekstual Hadapi Era Disrupsi
Next Post Diperkenalkan Wamen HAM, Lulusan FSH UIN Alauddin Jadi Penggerak HAM di Makassar