Gambar Presma UIN Alauddin Serahkan Buku Gagasan Hukum kepada Erick Thohir di Munas BEM SI Kerakyatan

Presma UIN Alauddin Serahkan Buku Gagasan Hukum kepada Erick Thohir di Munas BEM SI Kerakyatan

UIN Alauddin Online — Mahasiswa UIN Alauddin Makassar kembali menorehkan kiprah di tingkat nasional. Presiden Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Aqil Abdan Syakuran, menyerahkan buku berjudul Restorative Justice: Urgensi Nasional dalam KUHAP Baru kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI, Erick Thohir, pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) BEM SI Kerakyatan di Universitas Jambi, Senin (27/7/2026).

Penyerahan buku tersebut turut disaksikan Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Melalui buku tersebut, Aqil mengangkat gagasan mengenai pentingnya pendekatan restorative justice dalam pembaruan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) sebagai upaya mewujudkan sistem peradilan pidana yang lebih berkeadilan, humanis, dan berorientasi pada penyelesaian perkara.

Erick Thohir mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, lahirnya karya ilmiah dari mahasiswa mencerminkan kepedulian generasi muda terhadap persoalan bangsa sekaligus menunjukkan bahwa perguruan tinggi mampu melahirkan gagasan yang relevan bagi pembangunan nasional.

"Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pewaris masa depan Indonesia. Mereka juga harus menjadi penggerak perubahan melalui gagasan, inovasi, dan karya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Erick.

Ia menambahkan, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa. Karena itu, semangat intelektual perlu terus dipadukan dengan integritas dan kepedulian sosial agar mampu menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia.

Sementara itu, Aqil Abdan Syakuran mengatakan penyerahan buku tersebut merupakan ikhtiar untuk menunjukkan bahwa gerakan kemahasiswaan tidak hanya hadir melalui aksi dan advokasi, tetapi juga melalui karya ilmiah yang menawarkan gagasan bagi penyelesaian persoalan bangsa.

"Kami berharap buku ini dapat menjadi salah satu referensi dalam memperkaya diskursus mengenai pembaruan KUHAP, khususnya terkait penerapan restorative justice di Indonesia," ujarnya.

Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar itu menilai kampus memiliki tanggung jawab melahirkan pemimpin muda yang tidak hanya kritis dalam menyampaikan aspirasi, tetapi juga produktif menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

"Ini langkah awal DEMA U menampilkan gambaran wajah mahasiswa UIN Alauddin secara intelektual, tidak hanya sekadar bersuara, tetapi juga menulis untuk menyampaikan aspirasi," imbuhnya.

Penyerahan buku tersebut menjadi salah satu momentum yang menegaskan kontribusi mahasiswa UIN Alauddin Makassar dalam ruang akademik dan kebangsaan. Melalui karya ilmiah yang dihadirkan pada forum nasional tersebut, mahasiswa UIN Alauddin menunjukkan bahwa gerakan kemahasiswaan dapat diwujudkan tidak hanya melalui penyampaian aspirasi, tetapi juga lewat gagasan yang memperkaya diskursus kebijakan dan reformasi hukum di Indonesia.

Previous Post Dekan FSH UIN Alauddin Dorong Kader Ulama Berpikir Kontekstual Hadapi Era Disrupsi
Next Post UIN Alauddin Ikutkan 26 ASN dalam Profiling ASN BKN Tahap II