PPG UIN Alauddin Benchmarking ke UNM, Perkuat Sinergi untuk Peningkatan Mutu dan Tata Kelola
UIN Alauddin Online — Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) UIN Alauddin Makassar terus memperkuat tata kelola kelembagaan dan kualitas akademik melalui kunjungan benchmarking ke Prodi PPG Universitas Negeri Makassar (UNM), Senin (24/8/2026).
Rombongan diterima di Ruang Video Conference Lantai 3 Wing C, Gedung Menara Pinisi Kampus UNM. Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Prodi PPG UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Usman, M.Pd., didampingi Sekretaris Prodi St. Ibrah Mustafa Kamal, S.E., M.Sc., Ketua Gugus Penjaminan Mutu (GPM), serta jajaran staf pengelola PPG.
Kedatangan rombongan disambut Ketua Prodi PPG UNM Dr. Tangsi, M.Sn., Sekretaris Prodi PPG UNM Prof. Dr. Ir. Ahmad Syawaluddin, S.Kom., M.Pd., IPM., bersama jajaran dan staf pengelola PPG UNM.
Dalam sambutannya, Prof. Usman menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan benchmarking kedua yang dilakukan ke PPG UNM selama masa kepemimpinannya. Kunjungan pertama sebelumnya dilakukan menjelang pelaksanaan asesmen akreditasi untuk mempelajari berbagai praktik baik dalam tata kelola program studi.
Menurutnya, masukan dan pendampingan yang diperoleh pada kunjungan pertama turut menguatkan proses pengembangan Prodi PPG hingga berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul. Karena itu, kunjungan kali ini difokuskan pada tindak lanjut sejumlah rekomendasi asesor, terutama terkait optimalisasi dan penguatan tata kelola laboratorium microteaching.
“Setelah berhasil meraih Akreditasi Unggul, kami ingin memastikan seluruh rekomendasi asesor dapat ditindaklanjuti, termasuk penguatan tata kelola dan optimalisasi laboratorium microteaching sebagai salah satu sarana penting dalam pembentukan kompetensi calon guru profesional,” ungkap Prof. Usman.
Ia menegaskan, capaian Akreditasi Unggul bukan menjadi titik akhir, melainkan modal untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan PPG.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Tangsi menyambut baik komitmen Prodi PPG UIN Alauddin Makassar dalam mengembangkan mutu penyelenggaraan pendidikan profesi guru. Ia menilai sinergi antarlembaga penyelenggara pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) menjadi ruang penting untuk saling belajar dan berbagi pengalaman.
“Kami memandang penguatan sinergi antarlembaga sangat penting karena peningkatan mutu pendidikan guru tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan ruang untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan mengembangkan praktik baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, PPG UNM terbuka untuk terus mendampingi dan berbagi pengalaman dengan PPG UIN Alauddin Makassar, baik dalam pertukaran pengetahuan, penguatan tata kelola sistem, maupun penjaminan mutu pelaksanaan PPG.
Pada kesempatan yang sama, Prof. Ahmad Syawaluddin membagikan sejumlah langkah strategis dan praktik baik penyelenggaraan PPG di UNM. Ia juga memberikan dorongan agar PPG UIN Alauddin Makassar dapat menginisiasi penguatan forum LPTK Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) secara kelembagaan.
Menurutnya, penguatan jejaring tersebut penting untuk memperluas kolaborasi sekaligus membuka peluang bagi LPTK keagamaan dalam mengembangkan kapasitas penyelenggaraan PPG.
“Penguatan kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang bagi LPTK keagamaan untuk berkontribusi lebih luas, termasuk dalam penyelenggaraan PPG bidang studi umum dan PPG Prajabatan,” kata Prof. Ahmad Syawaluddin.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi teknis serta peninjauan langsung sejumlah fasilitas unggulan PPG UNM. Rombongan mengunjungi ruang perkuliahan terintegrasi dan laboratorium microteaching untuk melihat secara langsung pengelolaan sarana pembelajaran.
Melalui agenda tersebut, Prodi PPG UIN Alauddin Makassar menargetkan penguatan mutu fasilitas dan tata kelola pembelajaran yang semakin adaptif terhadap kebutuhan guru profesional. Hasil benchmarking diharapkan menjadi pijakan untuk terus menghadirkan penyelenggaraan PPG yang berkualitas dan responsif terhadap perkembangan pendidikan.