KKN UIN Alauddin Edukasi Generasi Muda Cegah Pernikahan Dini di Somba Opu Gowa
UIN Alauddin Online — Pernikahan dini masih menjadi persoalan yang mengancam hak, kesehatan, pendidikan, dan masa depan generasi muda. Berangkat dari kepedulian tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-79 Posko 10 UIN Alauddin Makassar menggelar penyuluhan “Cerita Keluarga: Stop Pernikahan Dini, Lindungi Hak, Kesehatan, dan Masa Depan Generasi Muda” di Kelurahan Pandang-Pandang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Senin (24/8/2026).
Kegiatan ini menjadi upaya mahasiswa KKN meningkatkan pemahaman generasi muda tentang risiko pernikahan dini serta pentingnya melindungi hak, kesehatan, pendidikan, dan masa depan.
Koordinator Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) KUA Kecamatan Somba Opu, Dr. Hj. Masniati, S.Ag., M.Pd.I. yang hadir sebagai narasumber menekankan bahwa pernikahan membutuhkan kesiapan yang lebih dari sekadar usia.
“Generasi muda perlu memahami bahwa pernikahan membutuhkan kesiapan fisik, mental, pendidikan, ekonomi, dan kemampuan memikul tanggung jawab. Karena itu, mereka perlu dibekali pengetahuan agar mampu menjaga diri, memahami hak-haknya, dan merencanakan masa depan dengan lebih baik,” ujarnya.
Selain membahas aturan dan batas usia perkawinan, ia juga mengulas dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi, psikologis, pendidikan, dan kehidupan sosial.
Masniati menegaskan pencegahan pernikahan dini membutuhkan peran bersama keluarga, sekolah, masyarakat, dan generasi muda.
“Setiap anak berhak memperoleh pendidikan, menjaga kesehatannya, dan memiliki kesempatan mempersiapkan masa depan. Karena itu, pencegahan pernikahan dini tidak bisa menjadi tanggung jawab satu pihak,” tambahnya.
Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai hak, kesehatan, pendidikan, dan masa depan, generasi muda diharapkan mampu membuat pilihan yang lebih bijak serta mempersiapkan masa depan secara matang.
Penyuluhan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab, games, dan kuis berhadiah. Pendekatan tersebut mendorong peserta lebih aktif memahami materi yang disampaikan.