Gambar PIAUD UIN Alauddin dan MUI Sulsel Perkuat Sinergi Wujudkan Ekosistem Ramah Anak Berbasis Nilai Islam

PIAUD UIN Alauddin dan MUI Sulsel Perkuat Sinergi Wujudkan Ekosistem Ramah Anak Berbasis Nilai Islam

UIN Alauddin Online — Peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi momentum bagi Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar untuk memperkuat komitmen menghadirkan lingkungan yang lebih ramah bagi anak. Bersama Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK) MUI Provinsi Sulawesi Selatan, PIAUD menggelar Academic Forum on Islamic Early Childhood Education (AFIECE) Seri 7 secara daring pada Sabtu (25/7/2026) dengan mengangkat tema "Integrasi Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat dalam Mewujudkan Ekosistem Ramah Anak Berbasis Nilai-Nilai Islam."

Ketua Prodi PIAUD UIN Alauddin Makassar, Dr. Eka Damayanti, S.Psi., M.A., mengatakan forum tersebut dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan akademisi, pendidik, orang tua, dan masyarakat untuk memperkuat peran masing-masing dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Menurutnya, pembentukan ekosistem ramah anak tidak cukup dibebankan kepada sekolah, tetapi harus menjadi tanggung jawab bersama yang dimulai dari keluarga dan diperkuat oleh lingkungan sosial.

"Anak akan tumbuh optimal ketika keluarga, sekolah, dan masyarakat memiliki visi yang sama dalam mendidik dan melindungi mereka. Melalui AFIECE Seri 7, kami ingin menghadirkan ruang berbagi gagasan sekaligus memperkuat praktik pendidikan anak usia dini yang berlandaskan nilai-nilai Islam," ujar Eka.

Eka menambahkan bahwa AFIECE menjadi ruang yang menghidupkan suasana akademik di PIAUD UIN Alauddin melalui diskusi ilmiah, pertukaran pengalaman, serta kolaborasi antara kampus, lembaga keagamaan, dan masyarakat. Menurutnya, forum tersebut turut memperkuat peran program studi sebagai pusat pengembangan ilmu yang memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan anak usia dini.

Webinar tersebut menghadirkan Ketua Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Hj. Indo Santalia, M.Ag., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa perlindungan anak tidak hanya diwujudkan melalui pemenuhan hak-hak dasar, tetapi juga melalui pembentukan karakter yang dimulai sejak usia dini.

"Nilai-nilai Islam mengajarkan bahwa setiap anak adalah amanah yang harus dijaga bersama. Karena itu, keluarga menjadi fondasi utama, sekolah memperkuat proses pendidikan, sementara masyarakat menghadirkan lingkungan yang aman dan kondusif agar anak dapat berkembang menjadi pribadi yang berakhlak, cerdas, dan bertanggung jawab," tutur Indo Santalia.

Melalui penyelenggaraan AFIECE Seri 7, PIAUD UIN Alauddin Makassar berharap peringatan Hari Anak Nasional tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat kolaborasi keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak. Semangat tersebut sejalan dengan tema Hari Anak Nasional 2026, "Anak Terlindungi, Indonesia Maju," yang menegaskan pentingnya sinergi seluruh elemen dalam menyiapkan generasi Indonesia yang unggul dan berakhlak mulia.

Previous Post Dekan FSH UIN Alauddin Dorong Kader Ulama Berpikir Kontekstual Hadapi Era Disrupsi
Next Post Diperkenalkan Wamen HAM, Lulusan FSH UIN Alauddin Jadi Penggerak HAM di Makassar