Gambar Perkuat Ekosistem Akademik, UIN Alauddin Targetkan Serapan Maksimal Program Riset Kemenag-LPDP

Perkuat Ekosistem Akademik, UIN Alauddin Targetkan Serapan Maksimal Program Riset Kemenag-LPDP

UIN Alauddin Online – Sosialisasi program pendanaan riset kolaboratif MORA THE AIR FUNDS yang berlangsung di Ruang Rapat Senat Lantai 4 Gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar pada Kamis, 07 Mei 2026, membedah berbagai poin teknis bagi para periset. Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara Kementerian Agama RI dan LPDP dalam menyediakan dana riset yang profesional dan berkelanjutan bagi dosen serta mahasiswa.


Ketua PUSPENMA Kementerian Agama RI, Dr. Ruchman Basori, M.Ag., menjelaskan bahwa program ini mengusung perubahan besar melalui sistem Multi-Years atau pendanaan tahun jamak. Ia menekankan bahwa riset tidak boleh hanya teoretis, tetapi harus menjawab persoalan nyata seperti ekonomi syariah, pengentasan kemiskinan, dan penanganan stunting.


"Jangan hanya dilihat dari nominal pendanaannya, tetapi lihatlah bagaimana riset yang kita lahirkan ini bisa berdampak secara masif bagi kehidupan masyarakat," tutur Dr. Ruchman saat memaparkan kriteria riset yang akan didanai.

Melengkapi pemaparan tersebut, Ketua Tim Investasi Pendidikan, Kerja Sama, dan Riset, Hendro Dwi Antoro, S.H., menjelaskan aspek teknis mengenai tata kelola dana riset dari LPDP. Ia menekankan pentingnya akuntabilitas dan profesionalisme dalam pelaporan agar setiap investasi pendidikan yang diberikan pemerintah benar-benar memberikan nilai tambah bagi negara.

Dalam sesi sosialisasi ini, terungkap pula fakta mengenai daya saing kuat yang dimiliki UIN Alauddin Makassar. Berdasarkan informasi yang berkembang, diketahui bahwa UIN Alauddin berada di jajaran elit nasional dengan perolehan alokasi sebanyak 6 riset, jumlah yang setara dengan pencapaian UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan berada di atas berbagai kampus lainnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Muhammad Khalifa Mustami, M.Pd., yang bertindak sebagai moderator, turut memberikan catatan mengenai pentingnya kaderisasi periset. Beliau mendorong para dosen untuk melibatkan mahasiswa dalam tim riset profesional sebagai ajang peningkatan kapasitas intelektual mahasiswa.


Pendaftaran program MORA THE AIR FUNDS akan dilakukan secara daring pada tanggal 20 Mei hingga 20 Juni 2026. Para peneliti di UIN Alauddin Makassar diimbau untuk segera mematangkan proposal terbaik mereka agar alokasi riset yang telah tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal bagi kemajuan ilmu pengetahuan.

Previous Post Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Dorong Digitalisasi UMKM Desa Mandalle di Era 5.0
Next Post Bangun Tata Kelola Bersih, UIN Alauddin Perkuat Komitmen Zona Integritas