UIN Alauddin Online - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Posko 2 Desa Mandalle melaksanakan program pemberdayaan UMKM berbasis digitalisasi di Desa Mandalle. Program ini berlangsung pada 27-30 April 2026 dengan metode pendampingan langsung atau door to door kepada para pelaku usaha mikro di desa tersebut.
Program ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi mahasiswa KKN yang menemukan bahwa sebagian pelaku UMKM di Desa Mandalle masih menjalankan usaha secara konvensional dan belum memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Beberapa usaha diketahui belum memiliki branding yang jelas, belum terdaftar di Google Maps, serta belum menggunakan sistem pembayaran digital seperti QRIS.
Untuk menjawab tantangan tersebut, tim KKN menghadirkan pendampingan digitalisasi usaha yang menyasar empat pelaku UMKM, yakni usaha penjualan kambing milik Hj. Fuji, toko plastik, toko sembako, serta usaha jahit milik Ibu Safinah.
Awalnya, program dirancang dalam bentuk seminar bersama pelaku UMKM. Namun, karena sebagian besar masyarakat memiliki kesibukan sebagai pedagang dan petani pada musim tanam padi, metode pelaksanaan kemudian diubah menjadi pendekatan door to door agar lebih fleksibel dan efektif.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN membantu proses pendaftaran lokasi usaha ke Google Maps, pembuatan QRIS, serta penguatan identitas usaha melalui branding dan pemasangan spanduk usaha. Pendampingan juga disertai edukasi mengenai pentingnya digitalisasi dalam meningkatkan daya saing UMKM di era Society 5.0.
Mahasiswa KKN, Dhimas Jayakusuma, bertugas dalam proses pendaftaran Google Maps dan pembuatan desain branding usaha. Sementara proses pendampingan QRIS dilakukan oleh Nurmadina Rahman, dan edukasi terkait branding usaha disampaikan oleh Zikramul Ahmad Maulana. Selain itu, mahasiswa lainnya membantu dalam pemasangan spanduk.
Hasil program menunjukkan dampak positif bagi para pelaku usaha. Hj. Fuji mengaku lokasi penjualan kambing miliknya akan lebih mudah ditemukan konsumen, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha. Di sisi lain, Bapak Udin menyampaikan bahwa toko plastik miliknya yang berada jauh dari jalan poros kini lebih mudah ditemukan pelanggan dari luar desa melalui Google Maps.
Selain menghasilkan empat lokasi usaha yang terdaftar secara digital, program ini juga meningkatkan literasi digital pelaku UMKM terkait pemanfaatan teknologi dalam pengembangan usaha. Kehadiran QRIS dinilai membantu mempermudah transaksi non-tunai, sementara branding usaha memberikan kesan lebih profesional bagi konsumen.
Mahasiswa KKN berharap program ini dapat terus dilanjutkan oleh pemerintah desa bersama pelaku UMKM lainnya agar transformasi digital usaha di Desa Mandalle dapat berkembang secara berkelanjutan.
Alat AksesVisi