Menuju Pembukaan S2 Biomedik, FKIK UIN Alauddin Gelar FGD Penyusunan Visi dan Misi
UIN Alauddin Online – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar terus mematangkan persiapan pembukaan Program Studi Magister (S2) Biomedik. Salah satu tahap yang ditempuh ialah menyusun visi dan misi program studi melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan pemerintah, akademisi, rumah sakit jejaring, dan organisasi profesi di Alauddin Hotel & Convention, Rabu, 15 Juli 2026.
Dekan FKIK UIN Alauddin Makassar, Dr. dr. Dewi Setiawati, Sp.OG., M.Kes., mengatakan penyusunan visi dan misi menjadi fondasi penting dalam menghadirkan program studi yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan kesehatan sekaligus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi biomedik.
"Melalui FGD ini kami ingin menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan agar visi dan misi Program Studi S2 Biomedik benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat serta mampu melahirkan lulusan yang unggul, inovatif, dan berdaya saing," ujarnya.
Forum tersebut menghadirkan Prof. Dr. dr. Suryani As'ad, M.Sc., Sp.GK(K) sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia menilai kehadiran Program Studi S2 Biomedik menjadi kebutuhan strategis di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan.
Menurutnya, program studi ini diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang biomedik sekaligus memperkuat riset yang berkontribusi terhadap pengembangan layanan kesehatan di Indonesia.
FGD juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, pimpinan rumah sakit jejaring, organisasi profesi, perguruan tinggi mitra, serta pimpinan dan dosen FKIK UIN Alauddin Makassar.
Dalam sesi diskusi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. Evi Mustikawati Arifin, Sp.KK., M.Kes., menilai Program Studi S2 Biomedik memiliki peluang untuk mengembangkan keunggulan berbasis potensi daerah, khususnya melalui pemanfaatan data kesehatan ibu dan anak yang dimiliki pemerintah daerah.
"Kami memiliki data kesehatan ibu dan anak yang sangat lengkap dan mutakhir. Data tersebut dapat menjadi pijakan dalam menentukan keunggulan Program Studi S2 Biomedik sehingga riset yang dikembangkan benar-benar menjawab persoalan kesehatan di daerah," katanya.
Selain itu, peserta FGD juga mengusulkan agar kurikulum Program Studi S2 Biomedik mengakomodasi pengembangan bidang halal sebagai salah satu keunggulan. Integrasi aspek tersebut dinilai dapat membuka peluang lahirnya riset dan inovasi produk kesehatan halal yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Berbagai masukan yang dihimpun dalam FGD akan menjadi dasar penyempurnaan visi dan misi sekaligus melengkapi dokumen usulan pembukaan Program Studi S2 Biomedik sebelum diajukan sesuai ketentuan yang berlaku.