Mahasiswa UIN Alauddin Pimpin IKADAH Sulsel, Siap Perkuat Gerakan Lingkungan Kolaboratif
UIN Alauddin Online — Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Asnun, resmi dilantik sebagai Ketua Umum Ikatan Duta Lingkungan Hidup (IKADAH) Sulawesi Selatan periode 2026–2028. Pelantikan berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sulawesi Selatan pada Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, aparat kepolisian, akademisi, organisasi kepemudaan, komunitas pemerhati lingkungan, serta pengurus IKADAH dari berbagai kabupaten dan kota.
Mewakili Gubernur Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sulawesi Selatan, Kasman, menegaskan bahwa Duta Lingkungan Hidup harus menjadi motor penggerak perubahan, bukan sekadar menyandang gelar. Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat melalui edukasi, partisipasi publik, dan sinergi lintas sektor.
"Peran Duta Lingkungan Hidup harus mampu mengedukasi masyarakat, memperkuat partisipasi publik, dan membangun kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan," ujarnya.
Dalam sambutannya, Asnun menegaskan kepengurusan IKADAH Sulawesi Selatan periode 2026–2028 akan berorientasi pada aksi nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, pelantikan tersebut menjadi awal pengabdian untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat.
"Saya tidak menjanjikan jalan yang mudah. Saya mengajak seluruh pengurus memasuki ruang pengabdian yang penuh tantangan. Tugas kita bukan sekadar menyelenggarakan kegiatan, tetapi menghadirkan solusi," tegasnya.
Selama masa kepemimpinannya, IKADAH Sulawesi Selatan menetapkan tiga prioritas utama, yakni memperkuat edukasi dan literasi lingkungan, mengonsolidasikan kepengurusan hingga tingkat kabupaten dan kota, serta membangun kemitraan strategis dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, media, dan komunitas untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Asnun menilai persoalan seperti pengelolaan sampah, kerusakan ekosistem, perubahan iklim, hingga ancaman bencana ekologis tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak. Karena itu, keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, menjadi kunci dalam mewujudkan perubahan yang berkelanjutan.
Ia mengajak seluruh pengurus menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai gerakan bersama yang memberi manfaat bagi masyarakat saat ini maupun generasi mendatang.
"Merawat lingkungan bukan hanya tentang menjaga alam hari ini, tetapi memastikan generasi mendatang tetap memiliki hak atas udara yang bersih, hutan yang lestari, dan sumber air kehidupan. Berikan anak cucu kita mata air, bukan air mata," pungkasnya.