Mahasiswa TI dan SI UIN Alauddin Kini Punya Akses Sertifikasi Huawei
UIN Alauddin Online – Dari ruang kuliah menuju kebutuhan industri, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi dan Teknik Informatika UIN Alauddin Makassar kini mendapat akses lebih luas untuk mengembangkan kompetensi teknologi. Melalui Huawei ICT Academy Partner Program, mahasiswa dapat mengikuti pelatihan, memperoleh sertifikasi kompetensi, serta membuka peluang berkompetisi dan membangun jejaring dengan industri teknologi.
Status tersebut ditandai dengan sertifikasi Huawei ICT Academy Partner Program yang diterbitkan Huawei Technologies Co., Ltd. UIN Alauddin Makassar tercatat sebagai mitra Huawei ICT Academy dengan status Certified untuk wilayah Indonesia. Sertifikat tersebut mencatat masa berlaku 5 Agustus 2026 hingga 1 Maret 2028.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Alauddin Makassar, Ar. Fahmyddin A’raaf Tauhid, S.T., M.Arch., Ph.D., IAI, menyambut baik kemitraan tersebut. Menurutnya, Huawei ICT Academy menjadi langkah strategis untuk memperkuat keterkaitan pendidikan dengan perkembangan industri teknologi, terutama di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan transformasi digital.
“Kami sangat mendukung program ini karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperkuat kompetensi teknologi, memperoleh sertifikasi yang relevan dengan industri, serta mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dipengaruhi AI dan teknologi digital,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi bagian dari upaya melahirkan talenta digital UIN Alauddin Makassar yang memiliki kompetensi sekaligus kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat melahirkan talenta digital UIN Alauddin Makassar yang kompeten, adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.
Ketua Jurusan Sistem Informasi UIN Alauddin Makassar, Dr. Farida Yusuf, S.Kom., M.T., mengatakan kehadiran Huawei ICT Academy merupakan bentuk kolaborasi industri dan perguruan tinggi untuk mempertemukan pembelajaran akademik dengan kebutuhan teknologi di dunia kerja.
Menurutnya, kemitraan tersebut diwujudkan dengan mengarahkan pembelajaran pada kebutuhan industri, termasuk melalui pemanfaatan materi dan platform pembelajaran Huawei. Sejumlah bidang teknologi seperti jaringan komputer, cloud computing, kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), dan cyber security dapat diintegrasikan dalam pembelajaran.
“Huawei ICT Academy menjadi jembatan ke industri dengan menyelaraskan kurikulum akademik dengan kebutuhan industri 4.0. Program ini juga menjadi pusat sertifikasi yang memungkinkan mahasiswa mengikuti pelatihan dan ujian sertifikasi Huawei,” ujarnya.
Melalui program tersebut, dosen dan mahasiswa memperoleh akses terhadap platform pembelajaran daring Huawei. Mahasiswa juga memiliki kesempatan mengikuti pelatihan dan ujian sertifikasi pada berbagai jenjang kompetensi, dengan bidang yang mencakup AI, Big Data, Cloud, Internet of Things (IoT), Security, Data Communication, WLAN, hingga Digital Power.
“Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari perkuliahan, tetapi juga memiliki kesempatan memperoleh sertifikasi kompetensi yang diakui secara global. Ini menjadi nilai tambah karena mereka memiliki bekal akademik sekaligus sertifikasi industri ketika memasuki dunia kerja,” jelasnya.
Pengembangan kompetensi mahasiswa tidak berhenti pada pembelajaran dan sertifikasi. Huawei ICT Academy juga memberikan akses terhadap berbagai peluang pengembangan, seperti Huawei ICT Competition, Huawei Talent Pool, dan Job Fair. Mahasiswa juga memiliki peluang mengikuti program magang melalui jejaring industri Huawei.
Dalam waktu dekat, Jurusan Sistem Informasi dan Program Studi Teknik Informatika akan mengembangkan sejumlah kegiatan, antara lain kelas persiapan sertifikasi HCIA dan HCIP, talkshow dan workshop mengenai sumber daya manusia digital, teknologi informasi dan keamanan siber, serta pelatihan AI, robotik, dan cyber security.
Integrasi dengan pembelajaran juga akan diperkuat melalui pemanfaatan silabus dan platform Huawei oleh dosen. Sementara itu, mahasiswa akan dipersiapkan untuk mengikuti seleksi Huawei ICT Competition tingkat nasional serta memperoleh akses ke kanal rekrutmen melalui Huawei Job Fair.
Dr. Farida mengatakan, program tersebut diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Target kami adalah mencetak talenta digital yang kompeten, meningkatkan daya saing lulusan, dan mendukung transformasi digital. Mahasiswa diharapkan memiliki bekal akademik dan sertifikasi kompetensi industri internasional sehingga lebih siap menghadapi dunia kerja,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberadaan Huawei ICT Academy juga mendukung penguatan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) yang terintegrasi dengan kebutuhan industri internasional.
Melalui Huawei ICT Academy Partner Program, UIN Alauddin Makassar memperluas ruang pembelajaran yang menghubungkan pendidikan tinggi dengan perkembangan industri teknologi. Kemitraan ini diharapkan memberi mahasiswa pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus memperkuat daya saing lulusan di tengah perkembangan industri digital.