Mahasiswa Pascasarjana UIN Alauddin Asal Irak Raih Gelar Doktor Lewat Riset Sertifikasi Halal Global
UIN Alauddin Online – Mahasiswa Program Doktor Pascasarjana UIN Alauddin Makassar asal Irak yang menetap di Selandia Baru dan berprofesi sebagai Consultant Manager, Hani Amer Musa Alaboodi, resmi meraih gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Promosi Doktor yang berlangsung di Kampus Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Jumat (7/8/2026).
Sidang promosi dipimpin Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Abustani Ilyas, M.Ag. Dalam sidang tersebut, Hani mempresentasikan disertasi berjudul Consumer Perception and Trust in Halal Certification: Comparative Study Between Muslim and Non-Muslim Majority atau Persepsi dan Kepercayaan Konsumen terhadap Sertifikasi Halal: Studi Komparatif antara Populasi Mayoritas Muslim dan Non-Muslim.
Penelitian tersebut mengkaji bagaimana persepsi dan tingkat kepercayaan konsumen terhadap sertifikasi halal terbentuk dengan membandingkan masyarakat di Indonesia dan Australia sebagai representasi negara mayoritas Muslim dan non-Muslim. Riset dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif terhadap 250 responden dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (SEM-PLS) dan Multi-Group Analysis (MGA).
"Kepercayaan konsumen terhadap sertifikasi halal dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu kesadaran konsumen, kredibilitas lembaga sertifikasi, serta pengaruh budaya dan agama. Dari ketiga faktor tersebut, kesadaran konsumen menjadi variabel yang paling dominan dan secara keseluruhan mampu menjelaskan sekitar 56 persen variasi kepercayaan konsumen terhadap sertifikasi halal," jelas Hani saat memaparkan hasil disertasinya.
Hani juga mengungkapkan adanya perbedaan karakteristik kepercayaan konsumen antara Indonesia dan Australia yang menjadi salah satu temuan penting dalam penelitiannya.
"Konsumen di Indonesia memiliki tingkat kepercayaan terhadap sertifikasi halal yang lebih tinggi dibandingkan konsumen di Australia. Temuan ini menunjukkan bahwa latar belakang sosial, budaya, dan agama memberikan pengaruh yang kuat dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap sistem sertifikasi halal," ujarnya.
Menurut Hani, hasil penelitian tersebut diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi akademik, tetapi juga menjadi referensi bagi regulator, lembaga sertifikasi, dan pelaku industri dalam memperkuat tata kelola sertifikasi halal di tingkat internasional.
"Membangun kepercayaan terhadap sertifikasi halal tidak hanya bergantung pada aspek regulasi, tetapi juga dipengaruhi oleh tingkat literasi masyarakat, kredibilitas lembaga sertifikasi, serta konteks budaya dan agama. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan sistem halal yang lebih inklusif di pasar global," tambahnya.

Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Abustani Ilyas, M.Ag., menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bukti semakin kuatnya reputasi Pascasarjana UIN Alauddin dalam menghasilkan lulusan doktor dengan riset yang relevan terhadap isu-isu global.
"Keberhasilan Hani menunjukkan bahwa Pascasarjana UIN Alauddin semakin dipercaya sebagai pusat pengembangan keilmuan yang mampu melahirkan riset berkualitas dan berdaya saing internasional. Kami berharap capaian ini semakin memperkuat kontribusi UIN Alauddin dalam pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus mendukung kemajuan industri halal di tingkat global," tandas Abustani.
Disertasi tersebut disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. H. Muslimin H. Kara, M.Ag. selaku promotor, didampingi Dr. Nasrullah Bin Safa, Lc., M.Ag. dan Dr. Sabbar Dahham Sabbar, Dip.Sc., Pub.Adm., M.BA. sebagai kopromotor. Sementara tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Hj. Rika Dwi Ayu Parmitasari, M.Comm., Dr. Lince Bulutoding, M.Si., Ak., CA., dan Dr. Saiful Muchlis, S.E., M.SA., Ak.
Keberhasilan Hani Amer Musa Alaboodi menambah deretan lulusan doktor internasional Program Pascasarjana UIN Alauddin Makassar sekaligus memperkuat komitmen universitas dalam menghasilkan riset bereputasi yang memberikan kontribusi terhadap pengembangan industri halal dan perilaku konsumen di tingkat global.