Gambar Mahasiswa BPI UIN Alauddin PPL di Lapas Perempuan Sungguminasa, Dekatkan Teori dengan Praktik

Mahasiswa BPI UIN Alauddin PPL di Lapas Perempuan Sungguminasa, Dekatkan Teori dengan Praktik

UIN Alauddin Online — Sebanyak 12 mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar mulai menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Senin (10/8/2026).

PPL yang berlangsung selama satu bulan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus mengenal secara langsung dinamika kehidupan di lingkungan pemasyarakatan.

Ketua Jurusan BPI UIN Alauddin Makassar, Dr. St. Rahmatiah, S.Ag., M.Sos.I., mengatakan pengalaman lapangan penting untuk memperkuat kompetensi mahasiswa sebelum terjun sebagai penyuluh dan konselor Islam.

“PPL ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung sekaligus menunjukkan bahwa ilmu Bimbingan dan Penyuluhan Islam dapat memberikan kontribusi di berbagai lingkungan, termasuk di lembaga pemasyarakatan,” ungkapnya.

Menurutnya, mahasiswa perlu menjadikan kesempatan tersebut sebagai proses pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menjaga nama baik jurusan dan institusi.

Dosen Pembimbing PPL, Dr. A. Syahreani, M.Ag., mengingatkan mahasiswa agar mampu menjaga etika dan profesionalitas selama berinteraksi di lingkungan Lapas.

“PPL bukan hanya tentang bagaimana mahasiswa menerapkan teori yang telah dipelajari di bangku kuliah, tetapi juga bagaimana mahasiswa mampu memahami kondisi warga binaan, membangun komunikasi yang baik, menjaga etika dan menunjukkan sikap profesional,” tuturnya.

Ia juga meminta mahasiswa menaati tata tertib, menjaga kedisiplinan, serta mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan karakter warga binaan.

Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Yohani Widayati, A.Md., S.H., M.H., menyambut baik kehadiran mahasiswa BPI UIN Alauddin Makassar. Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat memberi warna positif dalam kegiatan pembinaan di Lapas.

“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa BPI UIN Alauddin Makassar. Kami berharap mahasiswa dapat mengikuti aturan dan tata tertib yang berlaku, mampu berkomunikasi secara baik dengan warga binaan, serta dapat memberikan kegiatan yang positif dan bermanfaat,” ujarnya.

Yohani kemudian membuka secara resmi pelaksanaan PPL. Prosesi dilanjutkan dengan penyerahan daftar nama peserta sebagai tanda diterimanya mahasiswa BPI untuk menjalankan praktik selama satu bulan.

Ketua kelompok PPL, Almudai, menyampaikan apresiasi kepada pihak Lapas atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa BPI UIN Alauddin.

“Semoga kegiatan yang akan kami laksanakan selama satu bulan ini dapat memberikan manfaat bagi warga binaan serta menjadi pengalaman bagi kami untuk menerapkan ilmu yang telah kami peroleh selama perkuliahan,” ujarnya.

Selama menjalani PPL, mahasiswa akan terlibat dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan bimbingan dan penyuluhan. Pengalaman tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, memahami karakteristik warga binaan, dan menerapkan keilmuan BPI dalam situasi nyata.

Pelaksanaan PPL di Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa diharapkan menjadi bagian dari proses pembentukan calon penyuluh dan konselor Islam yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu bekerja secara humanis dan profesional di tengah masyarakat.

Previous Post FUF UIN Alauddin Matangkan PBAK 2026, Tekankan Keamanan dan Kenyamanan
Next Post Riset Dosen PGMI UIN Alauddin Ungkap Persepsi Positif Calon Guru terhadap AI