KKN Nusantara Kelompok 14 Dorong Literasi Siswa di Cirinten lewat Perpustakaan Keliling
UIN Alauddin Online – Mahasiswa KKN Nusantara 2026 Kelompok 14 mendorong minat baca pelajar melalui program Mobil Perpustakaan Keliling di Desa Cirinten, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (5/8/2026).
Program tersebut terlaksana melalui kolaborasi dengan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang menyediakan fasilitas perpustakaan keliling. Layanan ini menghadirkan beragam koleksi bacaan sekaligus mendekatkan akses literasi kepada siswa di wilayah Desa Cirinten.
Antusiasme terlihat dari para siswa yang memanfaatkan kesempatan untuk memilih dan membaca buku sesuai minat. Kehadiran perpustakaan keliling juga memberikan pengalaman belajar di luar ruang kelas dengan suasana yang lebih santai dan interaktif.
Mahasiswa KKN Nusantara Kelompok 14 turut mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung. Salah satunya Amelya Putri Azizah, mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar yang terlibat langsung dalam pendampingan siswa kelas 9C.
Amelya tidak hanya membantu mengarahkan siswa selama kegiatan, tetapi juga membangun interaksi dan memberikan motivasi agar mereka menikmati aktivitas membaca. Pendampingan tersebut dilakukan untuk menciptakan suasana literasi yang menyenangkan sehingga siswa dapat memilih bacaan dan mengeksplorasi pengetahuan sesuai ketertarikan mereka.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pengabdian KKN Nusantara 2026 yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dengan masyarakat di daerah penempatan. Kolaborasi UIN Alauddin Makassar dan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten melalui program tersebut turut memperkuat upaya pengembangan budaya literasi di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, KKN Nusantara Kelompok 14 berharap pengalaman membaca yang diperoleh siswa dapat menumbuhkan kebiasaan literasi yang berkelanjutan. Kehadiran perpustakaan keliling tidak hanya memperluas akses terhadap buku, tetapi juga membuka ruang bagi siswa untuk belajar, menemukan pengetahuan baru, dan mengembangkan minat membaca.
Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penguatan budaya literasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Perguruan tinggi, mahasiswa, sekolah, dan masyarakat dapat mengambil peran bersama dalam menghadirkan akses serta pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan generasi muda.