Gambar Jejak Prof. Musafir Pababbari di Mata Dosen Teknik Informatika UIN Alauddin Makassar

Jejak Prof. Musafir Pababbari di Mata Dosen Teknik Informatika UIN Alauddin Makassar

UIN Alauddin Online – Di antara puluhan tulisan yang menghimpun jejak kepemimpinan Prof. Dr. H. Musafir Pababbari, M.Si., dalam buku kolaboratif Merawat Jejak, Merajut Makna: Catatan atas Waktu dan Pengabdian Prof. Dr. H. Musafir Pababbari, M.Si., terdapat satu perspektif yang datang dari dunia sains dan teknologi. Perspektif tersebut ditulis oleh Dr. Ir. Andi Muhammad Syafar Paluturi, A.Md., S.T., M.T., IPM., dosen Program Studi Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Alauddin Makassar sekaligus satu-satunya penulis yang mewakili rumpun Sainstek.

Buku tersebut diluncurkan dalam acara Pelepasan Purna Bakti dan Bedah Buku yang digelar di Alauddin Hotel & Convention Makassar, Rabu (22/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan universitas, dosen, alumni, serta sivitas akademika yang bersama-sama mengenang perjalanan kepemimpinan Prof. Musafir selama memimpin UIN Alauddin Makassar.

Di tengah beragam perspektif yang disajikan para penulis, Andi Muhammad Syafar Paluturi menghadirkan sudut pandang yang berbeda. Ia memotret kepemimpinan Prof. Musafir melalui lensa sains, teknologi, dan inovasi, sekaligus menggambarkan bagaimana kepemimpinan tersebut mampu membangun ekosistem akademik yang memberi ruang bagi berkembangnya berbagai disiplin ilmu.

"Bagi saya, Prof. Musafir bukan hanya seorang pemimpin administratif. Beliau adalah figur yang mampu melihat teknologi sebagai bagian dari transformasi perguruan tinggi. Kepemimpinan beliau memberi ruang bagi dosen lintas bidang untuk berkarya, berkolaborasi, dan berkontribusi tanpa sekat disiplin ilmu," ujar Syafar Paluturi.

Menurutnya, kesempatan menjadi bagian dari buku tersebut merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab akademik untuk mendokumentasikan nilai-nilai kepemimpinan yang telah memberikan dampak nyata terhadap perkembangan UIN Alauddin Makassar.

"Saya ingin menghadirkan perspektif bahwa kepemimpinan yang baik tidak hanya dikenang melalui kebijakan, tetapi juga melalui budaya akademik yang ditinggalkan. Dari sudut pandang teknologi, saya melihat Prof. Musafir berhasil membangun fondasi yang mendorong inovasi dan kolaborasi lintas keilmuan," katanya.

Keikutsertaan Syafar Paluturi sebagai satu-satunya penulis dari rumpun Sainstek menjadi representasi bahwa inspirasi kepemimpinan Prof. Musafir melampaui batas-batas disiplin ilmu. Warisan pengabdiannya tidak hanya dirasakan di bidang keislaman, sosial, dan humaniora, tetapi juga dalam penguatan sains dan teknologi sebagai bagian dari semangat integrasi keilmuan yang menjadi karakter UIN Alauddin Makassar.

Previous Post Mahasiswa BSA UIN Alauddin Makassar Juarai KTIQ MTQ I Papua Tengah
Next Post Pelepasan Purna Bakti Prof. Musafir Pababbari Jadi Ruang Merawat Jejak Kepemimpinan UIN Alauddin