Jadi Pembicara AICIS 21, Dosen FSH UIN Makassar Kaji Digitalisasi Hukum PA
UIN Alauddin Online - Annual Internasional Conference On Islamic Studies (AICIS) di Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat telah dilaksanakan.
Dalam ajang bergengsi itu Dosen Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Alauddin Makassar menjadi pembicara.
Dia adalah, Dr Hj Asni M HI, Ketua Gugus Penjaminan Mutu Prodi Hukum Keluarga Islam FSH UIN Alauddin Makassar.
Koordinator Bidang PSGA UIN Alauddin Makassar itu menjelaskan, digitalisasi telah diterapkan di Pengadilan Agama (PA), baik dalam proses
administrasi maupun dalam persidangan.
"PA sudah menerapkan digitalisasi, namun berperkara secara elektronik
terdapat nuansa dorongan bahkan penekanan untuk menempuhnya
dengan adanya sistem reward dari Mahkamah Agung," katanya.
Meskipun ada dorongan, lanjut Asni, digitalisasi hukum juga memiliki sisi positif, diantaranya kemudahan prosedur, efisiensi biaya dan efisien waktu.
Selain itu, juga memiliki sisi negatif, tidak maksimalnya upaya mendamaikan dalam perkara perceraian karena sidang replik duplik
secara elektronik.
"Tidak mendalamnya penggalian kasus oleh majelis hakim dan berpotensi melahirkan putusan yang
tidak adil," paparnya.
Lebih lanjut, Dia menjelaskan, ada penerapan prinsip keadilan dalam digitalisasi hukum.
Diantaranya, keadilan
dalam akses
perlunya upaya-
upaya proporsional
sesuai dengan
kondisi pihak yang
berperkara.
"Keadilan dalam proses
kesempatan dan waktu
yang sama pada pihak
khususnya dalam
pembuktian dan
penyampaian kesimpulan," paparnya lagi.
Masih dengan Asni, keadilan dalam
putusan
Hakim harus memahami masalah, menggali secara mendalam setiap perkara
secara kontekstual dalam
rangka memberikan putusan yang seadil-adilnya.
"Digitalisasi hukum perlu
disikapi secara bijak,
diterapkan secara hati-hati dan
perlu diawasi secara ketat agar
tetap pada rel hukum acara
yang semestinya serta senatiasa berdiri di atas
prinsip-prinsip keadilan," pungkasnya.