HMJ Pendidikan Dokter FKIK UIN Alauddin Gelar ABO 2026, 158 Pelajar Berkompetisi
UIN Alauddin Online — Sebanyak 158 pelajar SMA/MA/sederajat dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Alauddin Biomedical Olympiad (ABO) 2026 yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar.
ABO 2026 berlangsung pada 18–19 Juli dan akan berlanjut pada 25–26 Juli 2026 dengan pelaksanaan secara hybrid, yakni daring melalui Zoom Meeting dan luring di Kampus I UIN Alauddin Makassar.
Mengusung tema "DERMA: Discover Excellence, Rise and Master Achievement", ABO 2026 mengangkat pembelajaran mengenai sistem integumen atau kulit sebagai salah satu organ vital yang berperan melindungi tubuh sekaligus menjadi indikator berbagai kondisi kesehatan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama FKIK UIN Alauddin Makassar, Dr. Patimah, S.Kep., Ns., M.Kep.
Dalam sambutannya, Patimah mengapresiasi dedikasi seluruh panitia yang berhasil menyelenggarakan kompetisi berskala nasional tersebut. Menurutnya, ABO merupakan investasi penting dalam menyiapkan calon insan kesehatan masa depan.
"Kami memberikan penghargaan kepada ketua panitia dan seluruh panitia ABO 2026 atas dedikasi dan kerja sama yang luar biasa. Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengembangkan potensi akademik serta menumbuhkan minat terhadap dunia kesehatan dan kedokteran," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia ABO 2026, Ahmad Mushih Syahputra, mengatakan tema yang diangkat bertujuan agar peserta tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memahami penerapan ilmu biologi dan kedokteran dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami ingin peserta melihat bahwa ilmu kedokteran sangat dekat dengan kehidupan. Melalui tema ini, mereka diajak memahami bagaimana sistem integumen bekerja, mulai dari respons imun, proses penyembuhan luka, hingga berbagai penyakit kulit yang menjadi perhatian dalam dunia medis saat ini," katanya.
Menurut Ahmad, ABO juga dirancang untuk menumbuhkan budaya kompetisi ilmiah yang sehat sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dan analitis generasi muda.
"Harapan kami, setelah mengikuti ABO, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman berkompetisi, tetapi juga memiliki motivasi yang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan di bidang kesehatan dan kelak menjadi tenaga medis yang inovatif serta berdampak bagi masyarakat," tambahnya.
ABO bukan kompetisi baru di lingkungan UIN Alauddin Makassar. Sejak pertama kali digelar pada 2018, ajang ini dikenal sebagai kompetisi sains dan kedokteran dasar pertama di Indonesia Timur yang membuka kesempatan bagi pelajar SMA/MA/sederajat dari seluruh Indonesia, baik sekolah negeri maupun swasta, untuk menguji kemampuan pada bidang ilmu dasar sebagai fondasi pendidikan kedokteran.
Pada edisi tahun ini, peserta akan mengikuti olimpiade Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, dan Kedokteran Dasar. Selain itu, panitia juga menghadirkan lomba video edukasi dan poster ilmiah guna mengembangkan kreativitas serta kemampuan komunikasi ilmiah para peserta.
Rangkaian kompetisi berlangsung melalui lima tahap, yakni penyisihan, perempat final, semifinal, final, hingga grand final. Sementara itu, penilaian lomba video edukasi dilakukan berdasarkan kualitas karya dan hasil pemungutan suara melalui platform digital, sedangkan lomba poster ilmiah dinilai langsung oleh dewan juri.
Melalui ajang ini, HMJ Pendidikan Dokter FKIK UIN Alauddin Makassar berharap dapat melahirkan generasi muda yang unggul secara akademik, kreatif, serta memiliki kepedulian terhadap perkembangan ilmu kesehatan di Indonesia.