Gambar HMJ Akuntansi FEBI UIN Alauddin Bedah Peran Akuntansi Hijau dalam Seminar Internasional

HMJ Akuntansi FEBI UIN Alauddin Bedah Peran Akuntansi Hijau dalam Seminar Internasional

UIN Alauddin Online—Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar menggelar Seminar Internasional bertajuk “Beyond the Numbers: Green Accounting and Environmental Accountability for a Sustainable Indonesia” di Aula FEBI UIN Alauddin Makassar, Selasa (20/10/2026).

Seminar ini mengetengahkan pentingnya green accounting atau akuntansi hijau dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas lingkungan di tengah tuntutan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. 

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah akademisi sebagai pembicara, yakni Prof. Dr. Amiruddin, K., M.EI., Dr. Lince Bulutoding, S.E., M.Si., Ak., CA., Dr. Mustakim Muchlis, S.E., M.Si., Ak., CA., Azizah Saban, MBA., Ph.D., Prof. Dr. Muhammad Wahyuddin Abdullah, S.E., M.Si., Ak., dan Dr. Nur Alim Bahri, S.Ak., M.Ak. Diskusi dipandu Rifaldi Saputra Nasir selaku moderator.

Ketua HMJ Akuntansi UIN Alauddin Makassar menegaskan, seminar ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan ilmu akuntansi sekaligus membangun kepekaan terhadap persoalan ekonomi dan lingkungan.

Melalui forum ini, mahasiswa diajak memahami bahwa akuntansi tidak sekadar berkutat pada pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan, tetapi juga berperan dalam mengungkap dampak aktivitas ekonomi terhadap lingkungan.

“Kami ingin mendorong mahasiswa agar tidak hanya memahami akuntansi dari sisi angka dan laporan keuangan, tetapi juga melihat kontribusinya terhadap transparansi dan tanggung jawab lingkungan,” ungkapnya.

Ia berharap, mahasiswa akuntansi mampu mengembangkan pola pikir kritis, menjunjung tinggi integritas, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan yang semakin kompleks.

Menurutnya, pembahasan green accounting menjadi relevan karena aktivitas operasional perusahaan tidak hanya menghasilkan keuntungan ekonomi, tetapi juga dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan. 

"Informasi mengenai aspek lingkungan perlu menjadi bagian dari pertanggungjawaban perusahaan agar pemangku kepentingan dapat menilai kinerja organisasi secara lebih menyeluruh," tandasnya.

Melalui pendekatan tersebut, penting melihat profesi akuntan dari perspektif yang lebih luas. Akuntan tidak hanya bertanggung jawab menyajikan informasi keuangan secara akurat, tetapi juga memegang peran penting dalam menjaga integritas informasi dan mendukung kepentingan publik dan keberlanjutan lingkungan hidup.

Previous Post Dari Keamanan hingga Dakwah Digital, Ini Lima Program Kemenag untuk Pesantren
Next Post FKIK UIN Alauddin Gandeng Komdigi, Perkuat Literasi Kesehatan Digital