Dari Kajian Kawasan hingga Magang, UIN Alauddin Bahas Peluang Bersama American Corner
UIN Alauddin Online — American Corner sudah hadir di Mal Nipah, Makassar. Namun, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, berharap ruang pengenalan Amerika Serikat itu juga dapat menjangkau lingkungan perguruan tinggi, khususnya UIN Alauddin yang memiliki beragam disiplin ilmu untuk mendukung pengembangan kajian tentang Amerika.
Harapan tersebut disampaikan Prof. Hamdan saat menerima kunjungan delegasi American Corner Makassar di ruang rapat lantai 2 Gedung PUSTIPAD, Kampus II UIN Alauddin Makassar, Rabu (21/10/2026). Pertemuan ini membahas potensi kolaborasi program, perluasan keterlibatan mahasiswa, serta peluang magang dalam rangkaian kegiatan American Corner selama satu tahun ke depan.
“Kita senang sekiranya di UIN Alauddin bisa dibuka American Corner. Potensi untuk menopang kajian tentang Amerika sangat besar. Kita memiliki Program Studi Ilmu Politik, Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi, serta berbagai kajian kawasan. Apalagi, UIN Alauddin sudah memiliki Iran Corner dan Australian Corner. Masa American Corner belum ada?” ujar Prof. Hamdan.
Menurutnya, kekhasan UIN Alauddin terletak pada keragaman bidang keilmuan yang mencakup ilmu kedokteran, sains, teknik, dan ekonomi, sekaligus bidang keislaman seperti Ilmu Hadis, Ilmu Tafsir, dan Ilmu Al-Qur’an. Keragaman tersebut dapat menjadi modal untuk memperkuat kajian kawasan melalui pendekatan interdisipliner, multidisipliner, dan transdisipliner.
Ia menilai, kehadiran American Corner di lingkungan kampus dapat membuka ruang yang lebih luas bagi sivitas akademika untuk mendalami Amerika melalui perspektif akademik dan lintas disiplin ilmu.
Koordinator American Spaces Wilayah Timur Indonesia, Ryzkian Pratama, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan mendiskusikan peluang-peluang yang dapat dikembangkan bersama UIN Alauddin. Salah satu fokusnya adalah memperluas kesempatan mahasiswa untuk terlibat dalam program American Corner dan memperoleh manfaat dari berbagai kegiatan yang tersedia.
Menurut Ryzkian, mahasiswa tidak hanya menjadi penerima manfaat program, tetapi juga dapat belajar melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan. Karena itu, kesempatan magang dan partisipasi mahasiswa diharapkan dapat diperluas.

Pandangan tersebut sejalan dengan penjelasan Courtney J. Woods dari Public Affairs Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya. Ia menilai, keterlibatan mahasiswa dalam program magang dapat menjadi cara efektif untuk memperkenalkan berbagai program dan peluang kepada generasi muda.
Courtney juga menekankan pentingnya akses terhadap informasi yang akurat mengenai Amerika Serikat, termasuk kehidupan masyarakat dan keberagaman agama di negara tersebut. Ia menjelaskan bahwa American Corner terbuka bagi masyarakat luas dan dapat menjadi ruang untuk memperoleh informasi tentang Amerika Serikat.
Ia menyampaikan apresiasi atas sambutan UIN Alauddin dan berharap kemitraan yang dijajaki dapat memberikan manfaat di bidang pendidikan melalui pertukaran pengetahuan dan pemanfaatan berbagai program.

Direktur American Corner Makassar, Abdul Hakim, kemudian memperkenalkan Julia, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional UIN Alauddin Makassar yang telah menjalani program magang di American Corner selama beberapa bulan. Masa magangnya dijadwalkan berakhir pada Maret 2027. Julia juga berperan sebagai student ambassador.
Hakim menjelaskan, Julia terlibat dalam program American Corner yang menyasar sekolah-sekolah untuk memperkenalkan berbagai kegiatan dan fasilitas yang tersedia. Dalam kegiatan tersebut, Julia bertugas sebagai host dan turut mengembangkan keterampilan komunikasi serta public speaking.
Pengalaman Julia menjadi salah satu contoh keterlibatan mahasiswa dalam pelaksanaan program American Corner. Hakim berharap lebih banyak mahasiswa dapat berpartisipasi dan berkontribusi melalui keterampilan yang mereka miliki.
Selain program pengembangan keterampilan, Hakim menyampaikan peluang pemanfaatan sumber belajar bagi mahasiswa dan dosen, termasuk akses ke jurnal internasional melalui Elsevier serta e-library USA. American Corner juga dapat memberikan informasi dan pendampingan terkait peluang pendidikan, termasuk persiapan esai.
Ia turut membuka peluang untuk berbagi sumber daya dan informasi yang tersedia melalui American Corner dengan mitra yang ingin mengembangkan program bersama.

Menanggapi peluang tersebut, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Muhammad Amri, menyampaikan apresiasi atas tawaran kolaborasi tersebut. Ia menyatakan bahwa berbagai gagasan yang dibahas akan ditindaklanjuti melalui penyusunan jadwal dan penyesuaian dengan program kerja yang memungkinkan untuk dilaksanakan.
Menurut Amri, tindak lanjut program secara lebih efektif diproyeksikan berlangsung pada 2027, seiring dengan penyusunan agenda kegiatan berikutnya. Meski demikian, komunikasi untuk membahas peluang kolaborasi tetap dapat dilakukan sebelum memasuki tahun mendatang.
Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menjajaki bentuk kolaborasi yang dapat mempertemukan kebutuhan akademik UIN Alauddin dengan program dan sumber daya American Corner Makassar, sekaligus membuka peluang keterlibatan mahasiswa yang lebih luas.