Gambar Guru Besar UIN Alauddin Apresiasi Semangat Pengabdian UKM RITMA dalam RGS 2026

Guru Besar UIN Alauddin Apresiasi Semangat Pengabdian UKM RITMA dalam RGS 2026

UIN Alauddin Online — Semangat pengabdian yang ditunjukkan mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Riset, Keilmuan, dan Kemitraan Masyarakat (RITMA) UIN Alauddin Makassar dalam program RITMA Goes to Serve (RGS) 2026 mendapat apresiasi dari Guru Besar UIN Alauddin Makassar, Prof. Drs. Wahyuddin Halim, M.A., Ph.D. Menurutnya, komitmen mahasiswa tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih tumbuh kuat di lingkungan kampus.

Saat mengunjungi lokasi RGS di Kelurahan Mattiro Deceng, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, pada Minggu (26/7/2026), Wahyuddin mengaku terharu melihat sekitar 40 mahasiswa dari berbagai angkatan, fakultas, dan program studi tetap menjalankan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di tengah akhir pekan.

Sebagai pembina RITMA sejak organisasi tersebut resmi menjadi UKM UIN Alauddin Makassar pada 2018 dan kini menjabat sebagai Dewan Pakar, ia menilai pengabdian yang dilakukan para mahasiswa lahir dari kesadaran dan komitmen, bukan karena tuntutan akademik.

"Saya terharu karena di akhir pekan mereka tetap memilih mengabdi kepada masyarakat. Tidak ada dosen yang mendampingi di lapangan, kegiatan ini juga tidak dihitung sebagai kredit akademik, bahkan sebagian besar dibiayai secara swadaya. Mereka hadir karena panggilan kepedulian dan tanggung jawab sosial sebagai mahasiswa," ujarnya.

Menurut Wahyuddin, semangat tersebut menjadi semakin bernilai di tengah tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, seperti budaya serba instan, kecenderungan individualistis, dan menurunnya kepedulian sosial.

"Saya bangga karena masih ada kelompok mahasiswa yang memelihara solidaritas dan empati sosial. Mereka membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga hadir bersama masyarakat, memahami persoalan mereka, lalu berupaya menghadirkan solusi melalui ilmu dan pengabdian," katanya.

Ia juga mengapresiasi keputusan UKM RITMA memilih Kelurahan Mattiro Deceng sebagai lokasi pelaksanaan RGS. Menurutnya, pemilihan lokasi didasarkan pada kebutuhan masyarakat terhadap program pemberdayaan, bukan semata karena kemudahan akses atau potensi wisata.

"Saya melihat desa ini bukan dipilih karena keindahan alamnya atau karena masyarakatnya sudah maju. Justru yang menjadi pertimbangan adalah kebutuhan masyarakat. Itulah makna pengabdian yang sesungguhnya, yakni hadir di tempat yang membutuhkan dengan program-program yang relevan," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wahyuddin Halim turut mendonasikan 100 eksemplar buku bacaan untuk anak-anak tingkat SD dan SMP di lokasi kegiatan. Ia berharap bantuan tersebut dapat menumbuhkan minat baca sekaligus memperluas akses literasi bagi anak-anak di Kelurahan Mattiro Deceng.

RGS 2026 berlangsung pada 25–29 Juli 2026 dengan mengusung tema "Eksplorasi Lokal, Emansipasi Sosial: Mengorganisir Aset, Memantik Kemandirian Masyarakat." Selama lima hari pelaksanaan, mahasiswa menghadirkan beragam program pemberdayaan, di antaranya pembinaan baca tulis Al-Qur'an, pelatihan membaca, menulis, dan berhitung bagi anak-anak, kelas bahasa Inggris, sosialisasi pemanfaatan biochar, edukasi kesehatan reproduksi, pelatihan pengurusan jenazah, creative class, workshop, serta forum literasi.

Previous Post Dekan FSH UIN Alauddin Dorong Kader Ulama Berpikir Kontekstual Hadapi Era Disrupsi
Next Post Diperkenalkan Wamen HAM, Lulusan FSH UIN Alauddin Jadi Penggerak HAM di Makassar