FUF UIN Alauddin Gelar FGD Membincang Kembali Filsafat
UIN Alauddin Online — Di tengah laju perubahan sosial dan perkembangan ilmu pengetahuan yang kian cepat, FUF UIN Alauddin Makassar mengajak sivitas akademika kembali menengok filsafat sebagai fondasi berpikir kritis. Gagasan itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Membincang Kembali Filsafat” di Ruang Munaqasyah FUF, Selasa (6/10/2026).
Forum tersebut menghadirkan Ammar Fauzi, Ph.D., dari Sekolah Tinggi Filsafat Sadra Institute, Jakarta, yang juga Deputi Riset Mustafa International University, Iran, serta Dr. Astrid Veranita Indah, M.Phil., dosen FUF UIN Alauddin Makassar.
Dekan FUF UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Muhaemin Latif, mengatakan forum ini menjadi momentum untuk menjaga tradisi berpikir kritis sekaligus memperkuat budaya dialog di lingkungan akademik.
“Filsafat bukan hanya tentang sejarah pemikiran, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun tradisi berpikir kritis, reflektif, terbuka, dan bertanggung jawab. Apalagi di tengah perubahan sosial serta perkembangan sains dan teknologi yang begitu cepat,” ujar Prof. Muhaemin.
Menurutnya, forum tersebut sekaligus menjadi bentuk konkret implementasi kerja sama antara FUF UIN Alauddin Makassar dan Mustafa International University, Qum, Iran, yang sebelumnya telah dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU).
Prof. Muhaemin menegaskan, kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi harus diterjemahkan menjadi program akademik yang memberi manfaat nyata bagi sivitas akademika.
“MoU harus diterjemahkan menjadi program yang hidup. Karena itu, forum seperti ini penting untuk membuka ruang pertukaran gagasan, mempertemukan perspektif akademisi dari berbagai latar belakang, sekaligus memperkuat jejaring akademik internasional FUF,” jelasnya.
Melalui forum tersebut, FUF UIN Alauddin tidak hanya menempatkan filsafat sebagai kajian teoritis, tetapi juga sebagai tradisi intelektual yang relevan untuk membaca persoalan zaman. Diskusi ini diharapkan mendorong sivitas akademika melihat berbagai persoalan secara lebih kritis, mendalam, dan reflektif.