Gambar FAH UIN Alauddin Gandeng ILILM Malaysia, Perkuat Kolaborasi Akademik Internasional

FAH UIN Alauddin Gandeng ILILM Malaysia, Perkuat Kolaborasi Akademik Internasional

UIN Alauddin Online – Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar menjalin kerja sama dengan International League of Islamic Literature Malaysia (ILILM) melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Hotel Holiday Luxton Cirebon, Jumat (24/7/2026). Penandatanganan tersebut berlangsung di sela rangkaian International Conference on Humanities 2026 yang diselenggarakan di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Barsihannor, M.Ag., mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus mendukung internasionalisasi perguruan tinggi.

"Kami tidak ingin kerja sama ini berhenti pada seremoni penandatanganan. Yang kami bangun adalah kemitraan yang mampu menghasilkan program nyata dan memberi manfaat langsung bagi dosen, mahasiswa, maupun pengembangan institusi," ujarnya.

Menurut Prof. Barsihannor, ruang lingkup kerja sama mencakup penyelenggaraan konferensi internasional, seminar, webinar, simposium, lokakarya, forum sastra, hingga kuliah umum yang mempertemukan akademisi dari berbagai negara. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi wadah pertukaran gagasan sekaligus memperluas jejaring akademik sivitas UIN Alauddin Makassar di tingkat global.

Selain penguatan kegiatan akademik, kedua lembaga juga bersepakat mendorong kolaborasi di bidang penelitian dan publikasi ilmiah. Bentuk kerja sama meliputi penyusunan buku akademik, publikasi pada jurnal bereputasi dan prosiding internasional, penerbitan monograf penelitian, hingga pengembangan karya sastra.

"Kami melihat publikasi ilmiah sebagai salah satu indikator penting daya saing perguruan tinggi. Karena itu, kami berharap kolaborasi ini melahirkan lebih banyak penelitian bersama dan publikasi internasional yang berkualitas," katanya.

Kerja sama tersebut juga mencakup pengembangan sastra Islam, bahasa Arab, serta pelestarian warisan budaya melalui penyelenggaraan festival budaya, kompetisi sastra, program penulisan kreatif, pameran buku, dan gerakan literasi. Di samping itu, kedua institusi akan mengembangkan berbagai program peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan, kursus sertifikasi, lokakarya, dan pendampingan akademik bagi dosen, mahasiswa, peneliti, maupun tenaga kependidikan.

Sebagai tindak lanjut, Fakultas Adab dan Humaniora akan mendorong setiap program studi, khususnya Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, untuk menyusun program implementatif sesuai ruang lingkup kerja sama yang telah disepakati.

"Target kami jelas, harus ada penelitian bersama, publikasi internasional, pertukaran akademisi dan mahasiswa, serta berbagai kegiatan ilmiah yang lahir dari kerja sama ini. MoU ini harus menghasilkan karya, bukan sekadar arsip administrasi," tegas Prof. Barsihannor.

Previous Post Diperkenalkan Wamen HAM, Lulusan FSH UIN Alauddin Jadi Penggerak HAM di Makassar
Next Post Disiplin Tanpa Kekerasan, Warek IV UIN Alauddin Dorong Pendidikan Humanis