Dr. Nasrullah Kembali Dampingi Siswa Al-Azhar 24 Makassar Menulis Fiksi
UIN Alauddin Online – Setelah mendampingi siswa menghasilkan buku antologi Di Antara Kenangan pada tahun sebelumnya, Dosen Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Makassar, Dr. Nasrullah, S.I.P., M.I.P., kembali berbagi pengetahuan kepenulisan bersama siswa SMP Islam Al-Azhar 24 Makassar. Kali ini, ia mendampingi siswa mengembangkan kemampuan menulis fiksi kreatif dalam Pelatihan Menulis Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (10/8/2026).
Pelatihan yang berlangsung di Aula Faturabbani Al-Azhar tersebut mengangkat tema “Menulis Fiksi Kreatif: Merangkai Kata Menjadi Cerita”. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pelatihan menulis yang dilaksanakan pada 2025. Pada pelatihan sebelumnya, siswa kelas 9 menuangkan karya mereka dalam sebuah buku antologi berjudul Di Antara Kenangan.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan SMP Islam Al-Azhar 24 Makassar kembali menghadirkan Dr. Nasrullah pada tahun 2026. Pelatihan menulis juga diarahkan menjadi program rutin, khususnya bagi siswa kelas 9, sebagai ruang untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan literasi, dan keterampilan menulis.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Bidang Pendidikan Yayasan, Mutmainnah, S.Pd. Sementara itu, Kepala SMP Islam Al-Azhar 24 Makassar, Abdul Rahman, S.Th.I., M.Ag., Gr., menyampaikan apresiasi terhadap keberlanjutan kegiatan tersebut.
Menurutnya, pelatihan menulis memberikan pengalaman positif bagi siswa sekaligus menjadi bagian dari pengembangan kemampuan literasi di lingkungan sekolah.
“Pelatihan ini sangat baik dan kami mengapresiasi kegiatan seperti ini. Kami berharap kegiatan menulis dapat terus menjadi kegiatan rutin, terutama bagi siswa kelas 9,” ujarnya.
Dalam pelatihan, Dr. Nasrullah tidak hanya menyampaikan materi mengenai kepenulisan, tetapi juga mengarahkan siswa untuk mempraktikkan proses menulis fiksi secara langsung. Siswa diajak memahami cara menemukan ide, mengembangkan tokoh dan alur, hingga merangkai gagasan menjadi sebuah cerita.
Materi kemudian dilanjutkan dengan simulasi penulisan. Siswa menuangkan ide dan pengalaman mereka ke dalam bentuk tulisan sebagai kesempatan untuk menerapkan materi yang telah diperoleh selama pelatihan.
Bagi Dr. Nasrullah, kesempatan kembali berbagi dengan siswa menjadi ruang untuk mendorong keberanian menulis sekaligus mengembangkan potensi kepenulisan sejak usia sekolah.
“Saya sangat senang bisa kembali berbagi dengan siswa tentang dunia kepenulisan. Semoga melalui pelatihan ini lahir penulis-penulis hebat dari SMP Islam Al-Azhar 24 Makassar. Yang terpenting adalah siswa berani menulis, menuangkan gagasan, dan terus berlatih,” ungkapnya.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh siswa tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi terus dikembangkan hingga menghasilkan karya yang dapat dibaca dan memberikan manfaat bagi orang lain.
Keberlanjutan pelatihan ini menjadi ruang bagi siswa untuk kembali mengembangkan kemampuan menulis setelah pengalaman menghasilkan buku antologi pada tahun sebelumnya. Melalui latihan yang dilakukan secara berkelanjutan, kegiatan menulis diharapkan dapat tumbuh menjadi bagian dari budaya literasi di lingkungan sekolah.