Gambar Dosen BSI UIN Alauddin Luncurkan Novel Membilang Bintang Versi Bahasa Inggris

Dosen BSI UIN Alauddin Luncurkan Novel Membilang Bintang Versi Bahasa Inggris

UIN Alauddin Online — Dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris (BSI) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar, Umar Thamrin, meluncurkan karya sastranya Membilang Bintang dalam versi bahasa Inggris bertajuk Star Memories melalui forum internasional.

Peluncuran edisi bahasa Inggris tersebut digelar secara daring oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) San Francisco bekerja sama dengan Dalang Publishing LLC, Jumat (28/8/2026) pukul 19.00 waktu San Francisco atau Sabtu (29/8/2026) pukul 09.00 WIB.

Dalam kegiatan tersebut, Umar Thamrin tampil bersama penerjemah Star Memories, Yuni Utami Asih, serta Konsul Jenderal Republik Indonesia di San Francisco, Yohpy Ichsan Wardana. Peluncuran ini turut dihadiri kalangan akademisi, pegiat sastra, dan peserta dari Indonesia maupun luar negeri.

Umar mengatakan, penerbitan Star Memories menjadi langkah penting untuk membawa karya sastra Indonesia menjangkau pembaca yang lebih luas.

“Terjemahan ini membuka ruang bagi karya sastra Indonesia untuk melintasi batas bahasa dan bertemu dengan pembaca dari latar budaya yang berbeda. Harapannya, cerita dan perspektif yang lahir dari Indonesia dapat dikenal dan diapresiasi lebih luas,” ujar Umar.

Kehadiran versi bahasa Inggris Membilang Bintang membuka peluang bagi pembaca internasional untuk mengenal cerita serta perspektif budaya yang terkandung dalam karya tersebut. Proses penerjemahan juga menjadi bagian penting dalam membawa karya sastra Indonesia memasuki ruang literasi global.

Bagi Umar, kolaborasi antara penulis dan penerjemah memiliki peran strategis dalam memperkenalkan suara-suara sastra Indonesia kepada pembaca dunia.

“Penerjemahan bukan sekadar memindahkan bahasa, tetapi juga menghadirkan kembali pengalaman, nuansa, dan konteks sebuah karya agar dapat dipahami oleh pembaca dari budaya yang berbeda,” katanya.

Peluncuran Star Memories melalui forum internasional tersebut sekaligus menjadi ruang diskusi dan apresiasi terhadap karya sastra Indonesia. Umar berharap karya-karya penulis Indonesia semakin memiliki kesempatan untuk hadir dan mengambil bagian dalam percakapan sastra di tingkat global.

“Semoga semakin banyak karya sastra Indonesia yang dapat menjangkau pembaca internasional. Kampus dan dunia akademik juga memiliki peran penting dalam mendorong lahirnya karya serta memperluas jejaring agar sastra Indonesia terus menemukan ruangnya di tingkat global,” tutur Umar.

Capaian Umar Thamrin menjadi bagian dari kontribusi sivitas akademika UIN Alauddin Makassar dalam pengembangan produksi kreatif dan internasionalisasi sastra Indonesia. Kiprahnya sebagai penulis juga memperkuat keterhubungan antara dunia akademik, kajian sastra, penulisan kreatif, dan praktik kebudayaan.

Previous Post Prof. Andi Aderus: DELH Harus Jadi Pedoman Penataan Kampus II
Next Post Dibuka Bupati Jeneponto, PkM PPG UIN Alauddin Dorong Penguatan Kompetensi Guru