Gambar DEMA U UIN Alauddin Bukukan Suara HAM dari Indonesia Timur

DEMA U UIN Alauddin Bukukan Suara HAM dari Indonesia Timur

UIN Alauddin Online — Festival Hak Asasi Manusia (HAM) yang digelar Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA U) UIN Alauddin Makassar menghasilkan himpunan gagasan dan aspirasi tentang persoalan HAM di Indonesia Timur yang akan diterbitkan dalam buku berjudul Aspirasi DEMA U: Persoalan HAM di Indonesia Timur. 

Gagasan tersebut dihimpun dari rangkaian seminar nasional, lomba debat tingkat SMA, dan kompetisi karya tulis ilmiah antarmahasiswa yang berlangsung sejak September hingga 5 Oktober 2026.

Pada puncak acara, seminar nasional yang dipandu Andi Naila Khairiyah, menghadirkan narasumber dari berbagai unsur, di antaranya perwakilan DPRD provinsi Sulsel, Kantor Wilayah HAM, Polresta Gowa, serta akademisi UIN Alauddin Makassar. 

Diskusi diarahkan pada isu HAM di Indonesia Timur dengan mempertemukan beragam perspektif, mulai dari kebijakan pemerintah, penegakan hukum hingga pandangan akademisi, mahasiswa, dan pelajar.

Presiden Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Aqil Abdan Syakuran, mengatakan Festival HAM menjadi pendekatan baru dalam menyalurkan aspirasi mahasiswa. Menurutnya, gagasan yang lahir dari forum tidak semestinya berhenti sebagai bahan diskusi, tetapi perlu didokumentasikan agar dapat menjadi rujukan.

“Adanya Festival HAM ini memberikan nuansa baru dalam menyampaikan aspirasi. Aspirasi tersebut tidak hanya berhenti dalam forum, tetapi dibentuk melalui sebuah buku. Ini juga menjadi bahan yang komprehensif untuk melihat dan turut mencari solusi terhadap berbagai persoalan dan konflik di Indonesia Timur,” ujar Aqil.

Ia menilai dokumentasi gagasan penting agar pandangan mahasiswa dan pelajar dapat terus dikembangkan serta menjadi bahan refleksi dalam merespons dinamika HAM di kawasan Indonesia Timur.

Aqil menambahkan, penyusunan buku tersebut menjadi upaya DEMA U UIN Alauddin memastikan gagasan yang lahir dari festival tidak berhenti sebagai agenda seremonial. 

“Buku tersebut akan menghimpun pandangan dan aspirasi yang berkembang melalui seminar nasional, lomba debat, serta kompetisi KTI untuk menjadi bahan kajian dan rujukan lebih lanjut,” tandasnya.


Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM DEMA U UIN Alauddin Makassar sekaligus penggagas kegiatan, Rahmat Al Ayyuby, mengatakan festival tersebut dirancang sebagai ruang dialog lintas kelompok untuk memperluas pemahaman generasi muda mengenai HAM.

“Kegiatan ini merupakan wadah bagi mahasiswa, siswa, dan pemerintah agar bisa lebih mengetahui bagaimana persoalan HAM yang sebenarnya terjadi di Indonesia Timur. Dengan mempertemukan berbagai pihak, kita berharap muncul pemahaman yang lebih utuh terhadap persoalan HAM,” kata Rahmat.

Melalui Festival HAM, DEMA U UIN Alauddin Makassar mendorong agar suara mahasiswa dan pelajar tidak hanya terdengar dalam forum, tetapi juga meninggalkan jejak gagasan yang dapat dibaca, dikaji, dan dikembangkan dalam upaya mencari solusi atas berbagai tantangan HAM di Indonesia Timur.

Previous Post Prodi HI UIN Alauddin Kupas Gerakan Sosial dan Aktivisme Transnasional
Next Post Asesmen Revisi Ortaker, UIN Alauddin Dorong Penguatan Sejumlah Unit Strategis