Dekan FSH UIN Alauddin Makassar Wakili Indonesia di Program Umrah Tamu Raja Arab Saudi
UIN Alauddin Online — Dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Abd Rauf Muhammad Amin, mendapat kehormatan mewakili Indonesia dalam Program Umrah Tamu Penjaga Dua Masjid Suci yang diselenggarakan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan. Program yang berlangsung pada 8–20 Juli 2026 itu mempertemukan ulama, akademisi, imam masjid, dan tokoh Muslim dari berbagai negara dalam rangkaian ibadah sekaligus forum penguatan jejaring keilmuan.
Dari 1.000 peserta yang diundang atas arahan Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, Indonesia memperoleh kuota sebanyak 40 orang. Prof. Abd Rauf menjadi salah satu akademisi yang dipercaya membawa nama Indonesia dalam program tersebut.
Kepercayaan yang diterimanya tidak berhenti sebagai peserta. Sebelum bertolak ke Tanah Suci, Abd Rauf didapuk mewakili seluruh rombongan Indonesia untuk menyampaikan sambutan pada acara pelepasan resmi yang dihadiri Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, Putra Mahkota Arab Saudi, serta Pemerintah Kerajaan Arab Saudi atas penyelenggaraan program yang telah berlangsung sejak 1997 tersebut.
Setibanya di Madinah, kepercayaan serupa kembali diberikan. Abd Rauf ditunjuk menjadi narasumber yang mewakili peserta Indonesia dalam wawancara bersama media mengenai pelaksanaan Program Umrah Tamu Raja. Penunjukan itu menjadi pengakuan atas kiprah akademisi Indonesia dalam membangun hubungan keilmuan dan diplomasi keagamaan di tingkat internasional.
Abd Rauf menyampaikan, program tersebut memiliki makna yang jauh melampaui pelaksanaan ibadah umrah karena menjadi ruang bertemunya pemikiran dan pengalaman para tokoh Muslim dari berbagai belahan dunia.
"Program ini bukan sekadar kesempatan menunaikan ibadah umrah, tetapi juga forum untuk bertukar gagasan, memperluas jejaring akademik, dan mempererat ukhuwah Islamiyah di antara ulama serta cendekiawan Muslim dari berbagai negara," kata Abd Rauf.
Ia menjelaskan, Program Umrah Tamu Raja merupakan bagian dari implementasi Saudi Vision 2030, khususnya melalui Pilgrim Experience Program yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan bagi jamaah haji dan umrah. Menurutnya, berbagai inovasi yang diterapkan Pemerintah Arab Saudi menunjukkan keseriusan dalam menghadirkan pelayanan yang semakin modern tanpa menghilangkan nilai-nilai spiritual.
"Saya melihat secara langsung bagaimana transformasi pelayanan dilakukan, mulai dari pengembangan infrastruktur, digitalisasi layanan melalui aplikasi Nusuk, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Semua itu menunjukkan komitmen Arab Saudi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada tamu Allah," ujarnya.
Menurut Abd Rauf, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga bagi Indonesia, terutama dalam memperkuat tata kelola penyelenggaraan ibadah haji dan umrah serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang pendidikan, keislaman, dan pengembangan sumber daya manusia.
Keikutsertaan Dekan Fakultas Syariah dan Hukum dalam forum internasional menjadi kebanggaan bagi sivitas akademika UIN Alauddin Makassar. Kehadirannya tidak hanya membawa nama institusi di tingkat global, tetapi juga memperkuat peran perguruan tinggi Islam Indonesia dalam membangun dialog keilmuan, diplomasi keagamaan, dan kolaborasi lintas negara.