Gambar Dekan FAH UIN Alauddin Terima Leadership Award pada International Conference on Humanities 2026

Dekan FAH UIN Alauddin Terima Leadership Award pada International Conference on Humanities 2026

UIN Alauddin Online — Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Barsihannor, M.A., menerima Leadership Award sebagai Dekan Paling Berpengaruh pada ajang International Conference on Humanities yang diselenggarakan Forum Dekan Fakultas Adab dan Humaniora se-Indonesia bersama Asosiasi Dosen Ilmu Adab Indonesia (ADIA) di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, 22–24 Juli 2026.

Selain menerima penghargaan, Prof. Barsihannor juga tampil sebagai salah satu narasumber utama dalam konferensi internasional tersebut. Di hadapan akademisi dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri, ia mempresentasikan makalah bertajuk Toward an Ecotheological Paradigm in Adab and Humanities.

Dalam paparannya, Prof. Barsihannor mengajak kalangan akademisi merekonstruksi paradigma keilmuan Adab dan Humaniora agar lebih responsif terhadap tantangan global, terutama krisis lingkungan dan isu keberlanjutan.

"Sudah saatnya ilmu Adab dan Humaniora mengembangkan paradigma ekoteologis yang mengintegrasikan kesadaran ekologis dengan nilai-nilai spiritual. Dengan cara itu, ilmu tidak hanya menghasilkan kajian akademik, tetapi juga menghadirkan solusi atas krisis lingkungan dan perubahan sosial yang dihadapi masyarakat global," ujar Barsihannor.

Menurutnya, pengembangan ilmu Adab dan Humaniora tidak lagi cukup bertumpu pada perspektif antroposentris yang menempatkan manusia sebagai pusat. Sebaliknya, keilmuan tersebut perlu diarahkan pada paradigma kosmolologis yang memandang manusia sebagai bagian dari ekosistem kehidupan dengan tanggung jawab moral untuk menjaga keseimbangan kehidupan.

"Keilmuan humaniora harus menjadi ruang lahirnya kesadaran bahwa manusia bukan penguasa alam, melainkan bagian dari alam yang memiliki tanggung jawab moral untuk merawat keseimbangan dan keberlanjutannya," pungkasnya.

Konferensi tersebut turut menghadirkan Prof. Dr. El Sayed Mohamed Salem dari Al-Madinah International University (MEDIU) Malaysia dan Prof. Dr. Suryani, M.Ag. dari IAIN Bengkulu sebagai pembicara utama. Forum ini menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi akademik dalam pengembangan ilmu Adab dan Humaniora di tingkat nasional dan internasional.

Pada malam penganugerahan, Prof. Barsihannor menerima Leadership Award sebagai Dekan Paling Berpengaruh. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam memajukan pendidikan tinggi Islam, khususnya di bidang Adab dan Humaniora.

Rekam jejak kepemimpinan Prof. Barsihannor menjadi salah satu dasar pemberian penghargaan tersebut. Ia tercatat dua kali menjabat Wakil Dekan Bidang Akademik, dua periode memimpin Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar sebagai dekan, serta pernah dipercaya sebagai Ketua Forum Dekan Fakultas Adab dan Humaniora se-Indonesia dan Ketua Asosiasi Dosen Ilmu Adab Indonesia (ADIA).

Previous Post Dekan FSH UIN Alauddin Dorong Kader Ulama Berpikir Kontekstual Hadapi Era Disrupsi
Next Post UIN Alauddin Ikutkan 26 ASN dalam Profiling ASN BKN Tahap II