Gambar Dari Bimbingan Skripsi, Dr. Nasrullah Dorong Katarina Lahirkan Buku

Dari Bimbingan Skripsi, Dr. Nasrullah Dorong Katarina Lahirkan Buku

UIN Alauddin Online — Sebuah tantangan yang diberikan di ruang kelas pada akhirnya sampai ke panggung wisuda. Katarina Leba Tukan, lulusan Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar, membawa buku yang lahir dari pengalaman kuliahnya saat mengikuti Wisuda Angkatan ke-121, Selasa (15/9/2026).

Buku berjudul Aku Datang Sendiri: Catatan Kehidupan Perempuan Minoritas di Kampus Islam tersebut tidak lahir dari proses yang terpisah dari perjalanan akademik Katarina. Di baliknya terdapat peran Dr. Nasrullah, M.I.P., dosen Program Studi Ilmu Perpustakaan yang tidak hanya membimbing skripsinya, tetapi juga mendorong Katarina mengolah pengalaman selama menempuh pendidikan menjadi sebuah karya.

Kisah itu bermula ketika Katarina mengikuti perkuliahan Dr. Nasrullah pada semester pertama.

“Katarina, mutiara dari Timur, pertama kali hadir di ruang kelas saya pada semester satu. Wujudnya tenang, tak banyak bicara, tetapi teramat sopan dalam tiap tutur katanya,” tutur Dr. Nasrullah.

Pertemuan mereka kembali berlanjut pada semester empat. Dari interaksi di ruang akademik tersebut, Dr. Nasrullah melihat potensi menulis yang dimiliki Katarina. Ia kemudian memberikan sebuah tantangan.

“Jika kamu bisa menulis buku tentang pengalamanmu kuliah di UIN, saya berjanji akan menerbitkannya,” kenang Dr. Nasrullah.

Tantangan itu kemudian dikerjakan Katarina secara bertahap. Memasuki semester enam, ia menjadi mahasiswa bimbingan skripsi Dr. Nasrullah. Di tengah proses penyelesaian tugas akhir, perkembangan naskah buku tersebut tetap menjadi bagian dari perhatian sang dosen.

“Di sela perbincangan akademis, saya tak pernah absen menanyakan progres bukunya, meski saya tahu, kerap kali pertanyaan itu terdengar menjengkelkan baginya,” ungkapnya.

Hingga 3 Februari 2026, Katarina mengirimkan draf utuh bukunya kepada Dr. Nasrullah.

“Seketika hati saya berdesir dan berbisik, buku ini harus diluncurkan di hari wisudanya,” tuturnya.

Naskah tersebut kemudian melalui proses penyempurnaan hingga akhirnya terbit. Buku itu merekam pengalaman Katarina sejak pertama kali datang ke UIN Alauddin Makassar tanpa keluarga dan tanpa kenalan, beradaptasi dengan lingkungan kampus Islam, hingga menemukan pengalaman serta relasi yang membuatnya memandang UIN Alauddin sebagai bagian dari perjalanan hidupnya.


Dibawa ke Panggung Wisuda

Buku tersebut turut menjadi perhatian Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., ketika Katarina membawanya pada momentum wisuda.

Hamdan kemudian mengundang Katarina untuk berbincang di hadapan para wisudawan dan orang tua. Setelah mengetahui buku tersebut dijual dengan harga Rp100 ribu, Rektor membelinya dan memberikan tambahan Rp100 ribu kepada Katarina.

Hamdan juga menyampaikan rencana untuk membeli buku tersebut bagi jajaran pimpinan UIN Alauddin Makassar agar dapat dibaca dan menjadi inspirasi.

Bagi Katarina, momen tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan akademiknya yang berakhir di panggung wisuda. Bagi lingkungan akademik UIN Alauddin, karya tersebut memperlihatkan bagaimana pengalaman mahasiswa dapat berkembang menjadi karya tulis yang keluar dari ruang kelas dan menjangkau pembaca yang lebih luas.

Mendorong Mahasiswa Menulis

Katarina bukan satu-satunya mahasiswa yang didorong Dr. Nasrullah untuk mengembangkan karya tulis. Sebelumnya, ia juga terlibat dalam pembimbingan dan penyuntingan sejumlah karya mahasiswa, di antaranya Zilibria: Sajian Tarian Pena Calon Pustakawan (2023), Kesaktian Pustakawan: Mengungkap Peranan dan Kehebatan (2024), Perpustakaan dan Literasi di Era Masyarakat Informasi (2025), dan Di Antara Kenangan (2026).

Bagi Dr. Nasrullah, karya mahasiswa tidak harus berhenti sebagai tugas akademik. Gagasan, pengalaman, maupun hasil refleksi selama menjalani pendidikan dapat dikembangkan menjadi tulisan yang terdokumentasi dan dapat dibaca lebih luas.

“Ini merupakan tantangan saya kepada Katarina dan saya harus tunaikan,” ujar Dr. Nasrullah.

Aku Datang Sendiri kemudian hadir sebagai karya terbaru dari proses tersebut. Berawal dari tantangan sederhana di ruang kelas, naskah itu tumbuh bersamaan dengan perjalanan akademik Katarina hingga akhirnya dibawa ke momentum yang menandai selesainya pendidikan di UIN Alauddin Makassar.

Sebuah skripsi menyelesaikan satu tahapan akademik. Buku memberi pengalaman itu ruang untuk terus dibaca.

Previous Post KKN 79 UIN Alauddin Hidupkan Budaya Butta Toa lewat Festival Maritim dan Agraris
Next Post KKN 79 UIN Alauddin Bahas Festival Budaya Maritim & Agraris Butta Toa dengan Bupati Bantaeng