Al-Daulah Resmi Terindeks Scopus, UIN Alauddin Tambah Jurnal Bereputasi Internasional
UIN Alauddin Online — UIN Alauddin Makassar kembali mencatatkan capaian penting dalam penguatan publikasi ilmiah. Al-Daulah: Jurnal Hukum Pidana dan Ketatanegaraan resmi terindeks Scopus, salah satu pangkalan data jurnal ilmiah bereputasi internasional, pada Kamis (6/8/2026).
Keberhasilan tersebut menjadikan Al-Daulah sebagai jurnal kedua UIN Alauddin Makassar yang berhasil menembus indeksasi Scopus, sekaligus memperkuat reputasi universitas dalam pengembangan riset dan publikasi ilmiah di tingkat internasional.
Capaian ini merupakan hasil dari proses panjang yang dimulai sejak pengajuan jurnal ke Scopus pada 17 Agustus 2025. Selama hampir satu tahun, tim editorial bersama Rumah Jurnal UIN Alauddin Makassar terus melakukan berbagai penyempurnaan, mulai dari penguatan tata kelola jurnal, peningkatan kualitas artikel, hingga pemenuhan standar publikasi ilmiah internasional.
Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Kamaluddin Abunawas, M.Ag., mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Ia mengenang proses pengajuan jurnal yang dilakukan dengan harapan besar agar mampu meningkatkan daya saing publikasi ilmiah UIN Alauddin di tingkat global.
"Saya masih ingat ketika tombol submit ditekan pada 17 Agustus tahun lalu. Hari ini doa itu dijawab. Dulu UIN Alauddin sering dipandang sebelah mata karena belum memiliki jurnal Scopus. Kini kami berhasil menghadirkan dua jurnal yang terindeks Scopus. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mewujudkan capaian ini," ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa komitmen UIN Alauddin Makassar dalam meningkatkan mutu riset dan publikasi ilmiah terus menunjukkan hasil yang nyata.
Ketua Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M sekaligus Ketua Rumah Jurnal UIN Alauddin Makassar, Dr. Hasbi Ibrahim, S.K.M., M.Kes., mengatakan capaian tersebut lahir dari kerja kolektif seluruh tim yang dibangun secara konsisten selama proses pengembangan jurnal.
"Kunci utama pencapaian ini adalah membangun tim dengan semangat kekeluargaan. Dari situlah lahir kerja yang solid, saling menguatkan, dan mampu menghasilkan kualitas terbaik hingga akhirnya memperoleh pengakuan internasional," katanya.
Hal senada disampaikan Pengelola Jurnal Al-Daulah, Dr. Subehan Khalik, M.Ag. Menurutnya, status indeksasi Scopus merupakan hasil dari konsistensi tim editorial dalam menjaga kualitas publikasi sesuai standar internasional.
"Capaian Scopus adalah buah karya kebersamaan tim. Kepemimpinan yang kondusif memberi energi positif yang sangat kuat sehingga seluruh proses dapat berjalan dengan baik dan target ini berhasil dicapai," ungkapnya.
Al-Daulah pertama kali diterbitkan dalam versi cetak pada 2012, kemudian bertransformasi menjadi jurnal berbasis Open Journal Systems (OJS) sejak 2017. Jurnal ini memuat kajian di bidang hukum pidana, hukum tata negara, hukum Islam, hukum administrasi negara, hukum internasional, hingga hukum komparatif.
Dalam perjalanannya, Al-Daulah terus memperkuat kualitas publikasi melalui penerbitan artikel berbahasa Inggris, penerapan standar etika publikasi Committee on Publication Ethics (COPE), serta perluasan indeksasi pada berbagai pangkalan data ilmiah. Sebelum terindeks Scopus, jurnal ini telah terakreditasi SINTA serta terindeks di Google Scholar, Crossref, Dimensions, Garuda, Moraref, BASE, dan PKP Index dengan lebih dari 1.600 sitasi.
Keberhasilan Al-Daulah menembus Scopus semakin memperkuat posisi UIN Alauddin Makassar sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen meningkatkan kualitas riset, publikasi ilmiah, dan kolaborasi akademik di tingkat internasional.