409 Mahasiswa KKN UIN Alauddin Mengabdi di Empat Kecamatan di Bantaeng
UIN Alauddin Online – Sebanyak 409 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Alauddin Makassar Angkatan ke-79 akan mengabdikan diri di empat kecamatan di Kabupaten Bantaeng selama kurang lebih 45 hari. Kehadiran mahasiswa tersebut disambut Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, di Halaman Kantor Bupati Bantaeng, Rabu (12/8/2026).
Ratusan mahasiswa tersebut akan ditempatkan di Kecamatan Bantaeng sebanyak 90 orang, Kecamatan Tompobulu 101 orang, Kecamatan Pa’jukukang 101 orang, dan Kecamatan Bissappu 117 orang.
Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, berharap mahasiswa tidak menjadikan KKN semata sebagai pemenuhan kewajiban akademik, tetapi mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi untuk membantu masyarakat.
“Silakan sampaikan ilmu yang Anda pelajari di kampus kepada masyarakat. Kalau ilmu itu ditransfer kepada masyarakat, paling tidak ada hal-hal yang bisa kita lakukan dan sangat membantu daerah,” ujarnya.
Menurut Sahabuddin, mahasiswa dapat mengambil peran dalam meningkatkan wawasan masyarakat melalui edukasi, sosialisasi, dan berbagai kegiatan pemberdayaan.
“Kita ingin pola pikir masyarakat juga semakin maju melalui berbagai kegiatan dan sosialisasi yang dilakukan,” tambahnya.
Selain mendorong kontribusi mahasiswa kepada masyarakat, Sahabuddin juga mengajak peserta KKN mengenal lebih dekat potensi Kabupaten Bantaeng, termasuk sektor pariwisata dan kehidupan sosial masyarakat.
“Bantaeng ini kota kecil, tapi sangat sejuk dan indah. Wisatanya luar biasa, ada gunung dan laut. Jadi, silakan dinikmati,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Muh. Saleh Ridwan, menekankan pentingnya kolaborasi mahasiswa dengan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat selama menjalankan KKN.
Menurutnya, interaksi langsung dengan berbagai unsur masyarakat merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa selama pengabdian.
“Selama kurang lebih 45 hari, pemerintah daerah Kabupaten Bantaeng, pemerintah kecamatan, pemerintah desa bersama tokoh masyarakat. Itulah dosen Anda. Belajarlah tentang ilmu kemasyarakatan dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat. Itulah Kuliah Kerja Nyata,” tuturnya.
Prof. Saleh juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terburu-buru menentukan program kerja sebelum memahami kondisi wilayah tempat mereka mengabdi.
“Identifikasi kebutuhan dan potensi di masing-masing wilayah terlebih dahulu, sebelum menyusun program yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat,” pesannya.
Penyambutan mahasiswa KKN tersebut turut dihadiri kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, kepala desa, serta dosen pembimbing KKN UIN Alauddin Makassar.
Dengan penempatan di empat kecamatan, pelaksanaan KKN Angkatan ke-79 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan sekaligus mempelajari dinamika masyarakat secara langsung. Di sisi lain, pemerintah daerah mendorong agar keberadaan mahasiswa dapat diikuti dengan program yang relevan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing wilayah.