UIN Alauddin Online - Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar bersama Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar menjalin kolaborasi lintas negara dengan the Foundation of Islamic Studies and Information (FISI) Sydney, Australia, dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan penyaluran santunan bagi korban terdampak bencana alam di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
Kegiatan yang berlangsung pada 30 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 ini merupakan bentuk kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan terhadap masyarakat terdampak bencana. Musibah alam yang melanda wilayah Sipirok menyebabkan kerusakan rumah warga, tertutupnya lahan pertanian oleh pasir dan lumpur, serta hilangnya mata pencaharian masyarakat.
Bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa santunan tunai, tetapi juga layanan kesehatan serta dukungan moral bagi warga terdampak. Tenaga medis dari Program Studi Pendidikan Dokter FKIK UIN Alauddin Makassar melakukan pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, serta edukasi terkait pemulihan pascabencana. Sementara itu, Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, Haidir Fitra Siagian, S.Sos., M.Si., Ph.D., memberikan pembinaan moral dan penguatan semangat masyarakat melalui pendekatan komunikasi dan dakwah sosial.
Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang menjadi salah satu tugas utama dosen. Sinergi keilmuan dan kepedulian sosial tersebut diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat terdampak.
Kolaborasi lintas lembaga dan lintas negara menjadi kekuatan utama kegiatan ini. FISI Sydney, Australia, berperan sebagai mitra donatur yang menghimpun dana dari diaspora Indonesia di Australia. Program Studi Pendidikan Dokter FKIK UIN Alauddin Makassar menyediakan tenaga medis dan layanan kesehatan, sementara Dosen FDK UIN Alauddin Makassar berkontribusi dalam pembinaan moral dan edukasi sosial. Yayasan Muafa mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan di lapangan serta memastikan bantuan tepat sasaran di berbagai desa dan dusun terdampak.
Sebanyak 101 warga menerima santunan, dengan 15 orang di antaranya mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara langsung. Sejak berdiri pada 2023, Yayasan Muafa secara konsisten menyalurkan bantuan sosial di Kecamatan Sipirok dan sekitarnya, antara lain kepada korban tertimpa pohon pinus, guru mengaji, anak yatim, warga kurang mampu, serta lanjut usia.
Koordinator Program, Haidir Fitra Siagian, menyampaikan bahwa kegiatan ini membuktikan kepedulian dan solidaritas tidak mengenal batas geografis. Dukungan FISI Australia, keterlibatan aktif UIN Alauddin Makassar, serta konsistensi Yayasan Muafa memperkuat dampak sosial kegiatan kemanusiaan tersebut.
Manfaat kegiatan dirasakan langsung oleh masyarakat, baik secara ekonomi maupun psikologis. Selain santunan tunai, warga memperoleh layanan kesehatan dan obat-obatan yang mendukung pemulihan fisik pascabencana. Kehadiran tim relawan juga memberikan dorongan moral dan memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat terdampak.
Total dana yang direalisasikan dalam kegiatan ini mencapai Rp27 juta, yang digunakan untuk santunan, operasional lapangan, dan kebutuhan mendesak lainnya. Meskipun menghadapi kendala berupa jarak tempuh Makassar–Sipirok yang cukup jauh, keterbatasan waktu, serta kondisi cuaca yang belum stabil, kegiatan berjalan lancar berkat koordinasi yang baik antar lembaga.
Kegiatan ini menegaskan bahwa nilai-nilai Islam, pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta solidaritas diaspora Indonesia dapat diwujudkan secara nyata dalam membantu masyarakat terdampak bencana, sekaligus memperkuat ukhuwah dan kebersamaan lintas lembaga dan lintas negara.
Sumber: Humas FDK
Alat AksesVisi