Gambar UIN Alauddin Makassar Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru, Perkuat Fondasi Moderasi dan Keilmuan Islam

UIN Alauddin Makassar Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru, Perkuat Fondasi Moderasi dan Keilmuan Islam

UIN Alauddin Online - Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka pengukuhan tiga Guru Besar baru pada Senin, 9 Februari 2026. Bertempat di Auditorium UIN Alauddin Makassar, prosesi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat fondasi akademik dan keilmuan universitas.

Acara yang berlangsung khidmat sejak pukul 08.00 hingga 12.30 WITA tersebut dihadiri oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, jajaran pimpinan kampus, anggota senat, serta ratusan tamu undangan dari kalangan dosen, mahasiswa, dan keluarga besar para profesor.

Prof. Dr. H. Andi Achruh AB. Pasinringi, M.Pd.I., mengawali pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar bidang Pendidikan Islam Kontemporer. Dalam orasi ilmiahnya, ia menegaskan urgensi “Pendidikan Islam Humanis, Inklusif, dan Adaptif” sebagai fondasi utama penguatan moderasi beragama. Di tengah arus globalisasi yang kian deras, ia menekankan pentingnya transformasi institusi pendidikan agar tetap relevan tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan dan keterbukaan terhadap perbedaan.

Selanjutnya, Prof. Dr. Hj. Indo Santalia, M.Ag., menyampaikan pidato pengukuhan di bidang Teologi Kebudayaan Islam dengan tajuk “Dialektika Agama dan Budaya Perspektif Antropolog dan Islamolog”. Dalam orasinya, ia membedah titik temu antara pendekatan tekstualis dan kontekstualis, serta menyoroti dinamika interaksi agama dan budaya dalam membentuk identitas masyarakat Muslim yang moderat dan berakar pada nilai-nilai tradisi.

Rangkaian orasi ilmiah ditutup oleh Prof. Dr. H. Abd Rauf Muhammad Amin, Lc., M.A., yang dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Usul Fikih. Ia mengangkat tema “Pembaruan Usul Al-Fiqh Berbasis Maqasid Al-Shari’ah di Era Kompleksitas Modern”, dengan menekankan pentingnya rekonstruksi epistemologis dan pembaruan prosedur istinbat hukum agar instrumen validasi maslahah tetap adaptif terhadap tantangan zaman.


Kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia dalam sidang senat terbuka tersebut memberikan sinyal positif bagi penguatan intelektual di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Dalam sambutannya, Menteri Agama mengapresiasi pemikiran ketiga Guru Besar yang dinilai sejalan dengan visi penguatan moderasi beragama dan literasi keagamaan yang inklusif.

Prosesi pengalungan samir oleh Rektor UIN Alauddin Makassar berlangsung dalam suasana haru dan penuh kebanggaan. Pengukuhan tiga Guru Besar ini diharapkan menjadi energi baru bagi universitas dalam meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkokoh posisi UIN Alauddin Makassar sebagai pusat keunggulan akademik Islam.

Previous Post Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Bertepatan 21 Maret 2026
Next Post HMJ Biologi UIN Alauddin Lolos Pendanaan Program FOLU Net Sink 2030, Raih Rp50 Juta