UIN Alauddin Online - Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar resmi mengumumkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun 2026. Berdasarkan data rekapitulasi penerimaan mahasiswa baru, jumlah peminat di berbagai program studi menunjukkan antusiasme yang tinggi dari calon mahasiswa di seluruh Indonesia.
Program studi Pendidikan Dokter S1 tercatat sebagai program studi dengan jumlah pendaftar terbanyak, yakni 649 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 26 peserta dinyatakan lulus, mencerminkan tingkat selektivitas yang sangat tinggi.
Selanjutnya, Manajemen S1 menjadi salah satu program studi dengan jumlah pendaftar terbesar, yaitu 278 orang, dengan total 57 mahasiswa diterima. Sementara itu, Ilmu Hukum S1 mencatat 257 pendaftar dan menerima 75 mahasiswa baru.
Pada rumpun sosial humaniora, Ilmu Komunikasi S1 diminati oleh 173 pendaftar dengan jumlah penerimaan sebanyak 45 mahasiswa. Akuntansi S1 juga menunjukkan angka yang signifikan dengan 157 pendaftar dan 66 mahasiswa diterima.
Adapun program studi lainnya yang mencatat jumlah penerimaan cukup tinggi antara lain Ilmu Ekonomi S1 dengan 54 mahasiswa diterima, Hubungan Internasional S1 sebanyak 36 mahasiswa, serta Kesejahteraan Sosial S1 sebanyak 35 mahasiswa.
Di sisi lain, beberapa program studi dengan jumlah pendaftar yang lebih sedikit namun tetap kompetitif antara lain Jurnalistik S1 dengan 25 pendaftar dan 16 mahasiswa diterima, serta Kimia S1 dengan 24 pendaftar dan 18 mahasiswa diterima.
Selain jalur umum, penerimaan mahasiswa baru melalui SNBP 2026 di UIN Alauddin Makassar juga mengakomodasi peserta dari keluarga kurang mampu melalui skema Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Hal ini terlihat dari sejumlah program studi yang menerima mahasiswa KIP-K dalam jumlah signifikan, sebagai bagian dari komitmen pemerataan akses pendidikan tinggi.
Rekapitulasi ini menunjukkan bahwa UIN Alauddin Makassar terus menjadi salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang diminati, dengan tingkat persaingan yang semakin kompetitif di berbagai program studi unggulan. (*)
Alat AksesVisi