UIN Alauddin Online — Direktorat Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas RI bersama tim Kementerian Agama meninjau sejumlah lokasi kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Peninjauan dilakukan di Kampus I, II, dan III sebagai bagian dari proses evaluasi pengembangan kampus melalui skema Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN).
Kunjungan tersebut merupakan tahapan awal untuk menilai kesiapan UIN Alauddin Makassar sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) yang diusulkan memperoleh pembiayaan PHLN, yang menjadi program prioritas pemerintah periode 2025–2029.
Direktur Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Bappenas RI, Endang Sulastri, mengatakan peninjauan lapangan bertujuan memastikan seluruh aspek teknis rencana pembangunan kampus telah disiapkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan rencana pembangunan infrastruktur UIN Alauddin Makassar telah disusun secara komprehensif dan sesuai prosedur, sehingga layak dilanjutkan ke tahap perencanaan nasional,” ujar Endang.
Ia menjelaskan, hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar untuk mengusulkan UIN Alauddin Makassar masuk dalam Daftar Calon Penerima Pinjaman Luar Negeri yang akan dituangkan dalam Green Book Bappenas, sebagai dokumen perencanaan pembiayaan pembangunan nasional.
Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, menyambut positif kunjungan dan dukungan Bappenas serta Kementerian Agama. Menurut dia, skema PHLN menjadi peluang strategis untuk mewujudkan penguatan peran UIN Alauddin Makassar sebagai pusat keunggulan pendidikan tinggi Islam di kawasan Indonesia Timur.
“Alhamdulillah, jika program ini terwujud, maka obsesi Menteri Agama untuk menjadikan PTKIN sebagai center of excellence di kawasan timur Indonesia akan semakin nyata,” kata Hamdan.
Hamdan menambahkan, rencana pengembangan kampus tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam bidang kedokteran dan kesehatan yang menekankan penguatan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas, ketersediaan, dan pemerataan layanan kesehatan serta tenaga medis.
Menurut dia, dukungan Bappenas sangat penting bagi UIN Alauddin Makassar untuk memperkuat kontribusi dalam mencetak dokter dan tenaga kesehatan di lingkungan PTKIN, terutama untuk memenuhi kebutuhan wilayah Indonesia Timur.
“Ini sangat membantu umat dan bangsa, khususnya dalam mensuplai tenaga kesehatan bagi Indonesia bagian timur. Mudah-mudahan proses ini bisa berjalan lancar,” pungkasnya.
Alat AksesVisi