UIN Alauddin Online - Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar sebagai langkah memperkuat pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, dan Rektor Unsulbar, Prof. Muhammad Abdy, di Ruang Rektor Gedung Rektorat Kampus II UIN Alauddin Makassar, Jumat 23 Januari 2026.
Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, mengatakan kerja sama dengan Unsulbar memiliki arti strategis, terutama dalam memperkuat kolaborasi riset antarperguruan tinggi.
“Banyak hal yang bisa dikolaborasikan, terutama di bidang riset. Kolaborasi riset perlu diarahkan pada peningkatan kualitas dan saling menguatkan antar kedua perguruan tinggi,” ujar Hamdan.
Ia menambahkan, kolaborasi riset tersebut perlu diselaraskan dengan kebijakan pemerintah, salah satunya melalui pengembangan riset tematik. Hamdan mencontohkan riset terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilainya penting untuk dikaji secara akademik.
“Riset-riset tematik yang mendukung kebijakan pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis, perlu dipikirkan sejak awal. Bahkan hal ini sudah saya sampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan DPR RI,” kata dia.
Selain riset, Hamdan juga mendorong penguatan kerja sama melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, dengan menempatkan mahasiswa UIN Alauddin Makassar di wilayah Unsulbar dan bergabung dengan mahasiswa setempat.
Dalam kesempatan itu, Hamdan memaparkan perkembangan UIN Alauddin Makassar yang dinilainya menjadi modal penting dalam menjalin kerja sama. Saat ini, UIN Alauddin Makassar memiliki sekitar 30 ribu mahasiswa, 931 dosen, dan 109 guru besar, serta telah mengoperasikan rumah sakit pendidikan untuk mendukung Fakultas Kedokteran. Selain itu, sekitar 56 persen program studi telah terakreditasi unggul, dan kampus tersebut juga memiliki jurnal yang terindeks Scopus.
Rektor Unsulbar, Prof. Muhammad Abdy, menyampaikan apresiasi atas sambutan UIN Alauddin Makassar dan menyebut kerja sama tersebut sangat penting bagi Unsulbar yang relatif masih muda sebagai perguruan tinggi negeri.
“Unsulbar baru berusia 17 tahun. Kami masih dalam tahap penguatan, apalagi status kami beralih dari swasta ke negeri pada 2013. SDM kami relatif masih muda, sehingga kami banyak belajar dari UIN Alauddin Makassar,” ujarnya.
Abdy secara khusus mengapresiasi kontribusi UIN Alauddin Makassar dalam penguatan sumber daya manusia Unsulbar, termasuk dukungan tenaga akademik di Fakultas Kesehatan.
“Kami berterima kasih atas dukungan SDM dari UIN Alauddin Makassar, karena telah memberikan izin Pak Dr Habibi sebagai Dekan Fakultas Kesehatan. Fakultas ini menjadi salah satu fakultas besar di kampus kami,” kata Abdy.
Ia menjelaskan, sebelumnya Unsulbar dan UIN Alauddin Makassar telah banyak melakukan kolaborasi, namun belum terdokumentasi secara formal karena belum adanya payung MoU.
“Banyak kerja sama yang sudah berjalan, tetapi tidak tercatat oleh kementerian karena belum ada MoU. Dengan penandatanganan ini, kami berharap kolaborasi ke depan lebih terstruktur dan diakui secara kelembagaan,” ujarnya.
Abdy menambahkan, Unsulbar saat ini memiliki sekitar 14 ribu mahasiswa dengan lebih dari 600 dosen. Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, melainkan diimplementasikan melalui kegiatan nyata, seperti riset bersama (joint research) dan kolaborasi dosen.
“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya sebatas tanda tangan, tetapi benar-benar diimplementasikan, terutama dalam kolaborasi riset antar dosen,” pungkasnya.
Alat AksesVisi