UIN Alauddin Online - Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar menggelar Ramah Tamah dalam rangka Wisuda Sarjana Angkatan 116, Rabu, 11 Februari 2026, bertempat di Four Points by Sheraton Makassar.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan, para Wakil Dekan, seluruh Ketua Jurusan, serta sivitas akademika FDK, bersama para orang tua dan wisudawan.
Dalam sambutannya, Dekan FDK UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Abd. Rasyid Masri, M.Pd., M.Si., M.M., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
Ia menggambarkan suasana hari itu sebagai pertemuan antara kebahagiaan dan kesedihan.
“Saya melihat ada dua hal yang terjadi hari ini, yaitu kesedihan karena bahagia dan kegembiraan,” ungkapnya.
Menurutnya, terdapat empat puncak kebahagiaan dalam kehidupan orang tua. Pertama, saat mengandung selama sembilan bulan dan melahirkan anak ke dunia. Kedua, ketika anak berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana. Ia menegaskan, tidak semua orang tua memiliki kesempatan tersebut, sebab banyak di luar sana yang harus bekerja keras, banting tulang, menghadapi hujan dan panas demi masa depan anak-anaknya.
“Kebahagiaan berikutnya ketika anak meminta restu untuk menikah, dan yang terakhir ketika anak menghadirkan cucu,” jelasnya. “Kebahagiaannya saja yang kita bahas, kesedihannya tidak perlu dibahas,” tambahnya disambut senyum hadirin.
Kepada para wisudawan, Prof. Rasyid berpesan agar tidak menjalani hidup tanpa arah. Ia mengingatkan agar para sarjana tidak hanya “mengalir seperti air”.
“Kalau mau sukses, hidup itu harus direncanakan. Jangan biarkan seperti air yang mengalir. Hidup harus di-planning, dirancang, didorong, bahkan bisa dipercepat,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya memiliki target dan resolusi hidup setelah menyandang gelar sarjana. Menurutnya, target akan menghadirkan motivasi serta mendorong seseorang untuk terus berkarya dan berinovasi.
Dekan juga mengingatkan agar para lulusan memilih pekerjaan yang tidak mengganggu ibadah dan akhlak.
“Carilah pekerjaan yang tidak mengganggu ibadah. Banyak orang punya pekerjaan dan uang banyak, tetapi terganggu ibadahnya. Kalau rezeki justru menjauhkan kita dari Allah, itu bukan berkah, bahkan bisa menjadi musibah,” pesannya.
Selain itu, ia mengajak para wisudawan untuk peka terhadap perkembangan zaman, khususnya di era Society 5.0. Menurutnya, lulusan harus mampu membaca peluang dan memilih profesi yang memiliki prospek ke depan agar mampu bersaing secara kompetitif.
Menutup sambutannya, Prof. Rasyid kembali menyampaikan terima kasih kepada para orang tua.
“Terima kasih kepada bapak dan ibu yang telah menitipkan anak-anaknya di Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Besok setelah wisuda, kami kembalikan anak-anak ini kepada bapak dan ibu. Semoga mereka dapat mengabdi di mana saja berada,” tuturnya.
Acara ramah tamah berlangsung hangat dan penuh haru, menjadi momentum refleksi sekaligus perayaan atas perjuangan para wisudawan dan orang tua.
Alat AksesVisi