Gambar Pustakawan UIN Alauddin Ikuti Workshop Perkuat Kompetensi Pengelolaan BI Corner

Pustakawan UIN Alauddin Ikuti Workshop Perkuat Kompetensi Pengelolaan BI Corner

UIN Alauddin Online — Transformasi layanan perpustakaan menuntut pustakawan semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan informasi pemustaka. Hal ini menjadi fokus Workshop Pengelolaan Perpustakaan BI Corner bertema “Transformasi Layanan dan Penguatan Literasi” yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) di Hotel The Rinra Makassar, 25–26 September 2026.

UPT Pusat Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar turut berpartisipasi dengan mengutus dua pustakawan, Jum Awalia dan Satriani. Keduanya mengikuti rangkaian materi dan diskusi mengenai pengembangan layanan perpustakaan, pemanfaatan teknologi, tata kelola, serta strategi komunikasi dan promosi perpustakaan.

Pada hari pertama, peserta menerima materi “Layanan Perpustakaan Berbasis AI” dan “Manajemen Perpustakaan serta Tata Kelola Perpustakaan Modern”. Materi tersebut membahas pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk mendukung peningkatan kualitas layanan sekaligus memperkuat tata kelola perpustakaan agar lebih efektif dan adaptif.|

Jum Awalia mengatakan, materi tersebut memberikan perspektif baru mengenai peluang pemanfaatan AI dalam pengembangan layanan perpustakaan. Menurutnya, penerapan teknologi perlu berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola dan kemampuan pustakawan dalam memahami kebutuhan pemustaka.

“Workshop ini memberikan wawasan baru bagi kami, terutama dalam melihat bagaimana teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung layanan perpustakaan. Selain teknologi, aspek tata kelola dan kemampuan berkomunikasi juga menjadi bagian penting dalam menghadirkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka,” ujarnya.

Memasuki hari kedua, peserta mengikuti materi “Promosi dan Branding Perpustakaan” serta “Kreasi Konten Perpustakaan”. Pembahasan diarahkan pada penguatan identitas perpustakaan dan pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi serta penyebarluasan informasi.

Satriani menilai materi tersebut memperluas pemahaman mengenai pentingnya komunikasi digital dalam memperkenalkan layanan perpustakaan. Ia mengatakan, perpustakaan perlu lebih aktif mengemas informasi agar mudah diterima dan menarik perhatian mahasiswa sebagai pemustaka utama di lingkungan perguruan tinggi.

“Materi tentang promosi, branding, dan kreasi konten membuka perspektif bahwa perpustakaan perlu lebih aktif memperkenalkan layanan dan koleksinya melalui media digital. Konten yang kreatif dapat menjadi jembatan untuk mendekatkan perpustakaan dengan mahasiswa,” katanya.

Selain pembekalan materi, workshop tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik antarpengelola BI Corner. Pertukaran gagasan ini memperkaya perspektif peserta dalam mengembangkan layanan perpustakaan yang inovatif, kreatif, dan berorientasi pada kebutuhan pemustaka.

Bagi UPT Pusat Perpustakaan UIN Alauddin Makassar, keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pustakawan dalam mengembangkan BI Corner sebagai ruang literasi yang informatif, nyaman, dan relevan bagi mahasiswa.

Previous Post UIN Alauddin Buka Pemilihan Putra Putri Kampus 2026
Next Post Dari Toyota ke Bukaka, FST UIN Alauddin Buka Jejaring Baru dengan Industri Nasional