Dari Toyota ke Bukaka, FST UIN Alauddin Buka Jejaring Baru dengan Industri Nasional
UIN Alauddin Online — Perkembangan teknologi industri menjadi salah satu perhatian Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Alauddin Makassar dalam kunjungan ke Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang dan PT Bukaka Teknik Utama Tbk di Cileungsi, Bogor.
Kunjungan tersebut diinisiasi oleh Jusuf Kalla dan diikuti tujuh dekan dari perguruan tinggi di Makassar. Selain melihat langsung perkembangan industri, kegiatan ini menjadi ruang bagi perguruan tinggi untuk mengenali kebutuhan teknologi dan kompetensi yang berkembang di dunia industri.
Di TMMIN, rombongan meninjau lingkungan manufaktur otomotif sekaligus perkembangan kendaraan elektrifikasi. Perubahan teknologi pada sektor otomotif menunjukkan adanya kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai dengan perkembangan industri.
Bagi FST UIN Alauddin, kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang relevan untuk diperhatikan dalam pengembangan pendidikan dan kompetensi lulusan. Pengalaman melihat langsung proses industri memberikan gambaran mengenai penerapan teknologi sekaligus kebutuhan kompetensi di lapangan.
Hal serupa terlihat dalam kunjungan ke PT Bukaka Teknik Utama Tbk. Perusahaan tersebut mengembangkan produk dan teknologi rekayasa untuk berbagai kebutuhan industri dan infrastruktur nasional.
Salah satu produk yang diperkenalkan dalam kunjungan tersebut adalah Passenger Boarding Bridge (PBB) atau garbarata, yang digunakan untuk mendukung pelayanan penumpang di bandar udara. Pengembangan produk tersebut memperlihatkan penerapan teknologi rekayasa dalam menghasilkan produk untuk kebutuhan industri.
Dari dua kunjungan tersebut, FST UIN Alauddin melihat adanya ruang yang dapat dikembangkan melalui hubungan yang lebih dekat dengan dunia industri. Bentuknya dapat berupa pengembangan riset, kuliah praktisi, magang mahasiswa, proyek berbasis industri, penyelarasan kompetensi, maupun peningkatan kapasitas dosen.
Dekan FST UIN Alauddin menilai komunikasi dengan industri penting untuk memastikan pengembangan kompetensi di perguruan tinggi tetap memiliki keterkaitan dengan perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Kehadiran tujuh dekan dari perguruan tinggi di Makassar juga memperluas ruang komunikasi yang terbentuk dalam kunjungan tersebut. Jejaring yang terbangun tidak hanya membuka kemungkinan hubungan antara satu perguruan tinggi dan industri, tetapi juga dapat berkembang melalui komunikasi antarlembaga.
Bagi FST UIN Alauddin, kunjungan ke TMMIN dan Bukaka menjadi kesempatan untuk mengenali perkembangan teknologi secara langsung sekaligus melihat bidang-bidang yang berpotensi dikembangkan dalam kerja sama perguruan tinggi dan industri.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring FST UIN Alauddin di tingkat nasional, terutama dalam mempertemukan kebutuhan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia dengan perkembangan teknologi di dunia industri.