Gambar Perkuat Kinerja 2026, WR II dan Kabiro AUPK UIN Alauddin Pimpin Breakfast Meeting

Perkuat Kinerja 2026, WR II dan Kabiro AUPK UIN Alauddin Pimpin Breakfast Meeting

UIN Alauddin Online — Wakil Rektor II Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar bersama Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) memimpin breakfast meeting yang membahas penguatan kinerja secara menyeluruh pada bidang Perencanaan, Keuangan, Kepegawaian, Umum, serta Satuan Pengawasan Internal (SPI). Kegiatan ini menjadi forum koordinasi dan evaluasi lintas unit kerja di bawah Bidang AUPK.


Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Senat Lantai 4 Gedung Rektorat Kampus II UIN Alauddin Makassar, Romang Polong, Kabupaten Gowa, Senin, 26 Januari 2026.


Wakil Rektor II UIN Alauddin Makassar, Prof. Andi Aderus, mengatakan breakfast meeting ini akan menjadi agenda rutin Bidang II yang dilaksanakan pada awal dan akhir setiap bulan. Menurutnya, pola koordinasi berkala tersebut penting untuk memastikan program kerja tahun 2026 berjalan lebih terarah dan optimal.


“Kegiatan ini akan kita jadikan program rutin Bidang II. Rapat koordinasi di awal dan akhir bulan diperlukan agar program kerja kita di tahun 2026 bisa lebih maksimal,” ujar Prof. Andi Aderus.


Sementara itu, Kepala Biro AUPK UIN Alauddin Makassar, Anwar Abubakar, menyampaikan bahwa penguatan kinerja AUPK di awal tahun 2026 perlu dimulai dengan penataan tugas dan fungsi secara menyeluruh. Ia menyebut, sebelum menerima arahan dari Wakil Rektor II, pihaknya telah melakukan pemetaan awal terhadap sejumlah isu strategis di masing-masing bagian.


“Sebagaimana amanah yang diberikan kepada saya, bagaimana di awal 2026 ini kita bisa lebih mengoptimalkan tugas dan fungsi AUPK. Karena itu, kami melaporkan beberapa hal, dimulai dari bagian umum,” kata Anwar.


Ia menjelaskan, di bagian umum terdapat dua subbagian yang sangat esensial dan perlu segera dituntaskan, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN). Menurut Anwar, salah satu tantangan utama dalam pengelolaan BMN adalah optimalisasi penggunaan aplikasi SIMAK-BMN yang terintegrasi dengan Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI).


“Pengelolaan BMN ke depan harus kita optimalkan melalui aplikasi. SIMAK-BMN harus terintegrasi dengan SAKTI, dengan dukungan operator yang memadai,” ujarnya.


Ia menambahkan, langkah lanjutan yang perlu dilakukan adalah melakukan penataan ulang data BMN melalui inventarisasi menyeluruh, mulai dari pencatatan daftar barang, klasifikasi, hingga survei lapangan untuk menyesuaikan data dengan kondisi riil.


“Kita ingin di tahun 2026 ini pengelolaan BMN benar-benar ditata kembali secara menyeluruh dan akurat,” katanya.


Selain bagian umum, Anwar juga menyoroti peran strategis bidang perencanaan. Ia berharap perencanaan didukung oleh tim yang kuat dan solid karena menentukan arah kerja institusi ke depan.


“Perencanaan ini menentukan masa depan apa yang akan kita kerjakan. Evaluasi pelaksanaan anggaran yang sudah berjalan harus dilakukan, kemudian disusun proyeksi untuk program ke depan,” ujarnya.


Ia mengakui, selama ini fungsi asistensi perencanaan ke fakultas masih sangat minim. Karena itu, ke depan Bidang AUPK mendorong agar pendampingan perencanaan kepada fakultas dapat dilakukan secara lebih intensif dan berkelanjutan.


Breakfast meeting tersebut diharapkan menjadi momentum penguatan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi antarbidang di lingkungan AUPK, sehingga pengelolaan perencanaan, keuangan, kepegawaian, layanan umum, serta pengawasan internal dapat berjalan lebih efektif, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kinerja institusi.

Previous Post Sampaikan Selamat Hari Suci Nyepi, Menag: Satu Bumi, Satu Keluarga
Next Post HMJ Biologi UIN Alauddin Lolos Pendanaan Program FOLU Net Sink 2030, Raih Rp50 Juta