UIN Alauddin Online – Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar pelantikan pengurus lembaga kemahasiswaan pada Jumat, 13 Maret 2026, di Ruang Rapat Lantai 1 Gedung Rektorat.
Pelantikan tersebut diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Rektor, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan serta penandatanganan pakta integritas oleh para pengurus yang dilantik.
Pengurus dari Senat Mahasiswa (SEMA) dan sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) resmi mengemban amanah untuk menjalankan kepengurusan organisasi kemahasiswaan pada periode mendatang. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat sebagai bentuk pengesahan sekaligus komitmen para pengurus dalam menjalankan tanggung jawab organisasi di lingkungan kampus.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Muhammad Halifah Mustamin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelantikan yang berlangsung pada bulan Ramadan merupakan momentum yang patut disyukuri.
Ia menjelaskan bahwa pelantikan tersebut semula dijadwalkan pada Februari, namun akhirnya terlaksana pada bulan suci yang penuh berkah.
“Ramadan melatih kita untuk menunda kebiasaan sehari-hari seperti makan dan minum. Dari penundaan itu kita mendapatkan pahala yang luar biasa. Ini menjadi bulan pelatihan di mana semua kebaikan dilipatgandakan,” ujarnya.
Menurutnya, nilai pengendalian diri yang dilatih selama Ramadan juga harus tercermin dalam sikap para pengurus organisasi kemahasiswaan.
Ia menegaskan bahwa pengurus organisasi perlu mengedepankan komunikasi yang baik dalam menyampaikan aspirasi serta tetap mengikuti mekanisme dan aturan organisasi yang berlaku.
“Kita berada dalam organisasi besar di UIN Alauddin. Pemimpin harus mampu mengendalikan diri. Tidak semua hal harus disuarakan secara terburu-buru, tetapi dapat dikomunikasikan terlebih dahulu sesuai mekanisme yang ada,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya sikap kejujuran bagi para pengurus organisasi kemahasiswaan karena mereka menjadi contoh bagi mahasiswa lainnya. Ia menegaskan bahwa pihak kampus tidak akan segan melakukan pergantian kepengurusan apabila ditemukan pelanggaran terhadap aturan yang berlaku.
Di akhir sambutannya, ia berharap Unit Kegiatan Mahasiswa dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri sekaligus membentuk kepemimpinan generasi muda.
“UKM harus menjadi tempat untuk mengembangkan diri dan membentuk kepemimpinan. Dari sinilah nantinya lahir pemimpin-pemimpin yang baik di masa mendatang,” tutupnya.
Alat AksesVisi