Gambar KPM FST UIN Alauddin Gelar Pelatihan Aplikasi SIPAKATAU

KPM FST UIN Alauddin Gelar Pelatihan Aplikasi SIPAKATAU

UIN Alauddin Online - Komite Penjamin Mutu (KPM) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Alauddin Makassar menyelenggarakan Pelatihan Aplikasi SIPAKATAU pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di Ruang Senat FST. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari PUSTIPAD UIN Alauddin Makassar, Asep Indra Syahyadi, S.Kom., M.Kom, dan diikuti oleh perwakilan program studi, unsur administrasi akademik fakultas, anggota KPM, serta Calon Dosen (Cados) PNS FST.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Ar. Fahmyddin A'raaf Tauhid, S.T., M.Arch., Ph.D., IAI. Dalam sambutannya, Dekan menekankan pentingnya penerapan aplikasi SIPAKATAU sebagai bagian dari digitalisasi tata kelola akademik di lingkungan fakultas. Menurutnya, SIPAKATAU memiliki peran strategis dalam mempercepat alur persuratan, memperjelas jalur disposisi, meningkatkan akuntabilitas layanan, serta menyediakan rekam jejak administrasi yang terdokumentasi secara sistematis.

“Ini merupakan bagian dari percepatan budaya kerja berbasis sistem dan mutu, sehingga layanan akademik dapat menjadi lebih responsif, efisien, dan terukur,” ujarnya.

Setelah sambutan Dekan, Ketua KPM FST, Irsyadi Siradjuddin, menyampaikan pengantar terkait posisi aplikasi SIPAKATAU dalam konteks Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) fakultas. Ia menjelaskan bahwa penggunaan aplikasi ini tidak hanya menyederhanakan layanan persuratan, tetapi juga mempermudah proses monitoring dan evaluasi (monev) layanan birokrasi pada unit-unit akademik.

“KPM mendorong agar seluruh layanan administrasi berbasis SOP dapat terhubung ke sistem digital, sehingga proses monev dapat berjalan secara objektif dan terdokumentasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Tata Usaha FST, Nurman Najib, M.Ag, turut memberikan pengantar mengenai kesiapan unit administrasi fakultas dalam mendukung operasional SIPAKATAU. Ia menekankan pentingnya keseragaman alur layanan antar program studi dan fakultas agar mahasiswa dan dosen memperoleh pelayanan yang konsisten dan terstandar.

“Dengan SIPAKATAU, informasi alur layanan menjadi lebih jelas dan tidak lagi bergantung pada komunikasi manual. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan kualitas layanan akademik,” terangnya.

Pada sesi inti, peserta melakukan uji coba langsung penggunaan aplikasi SIPAKATAU, mulai dari proses input permohonan, verifikasi, disposisi, hingga pencetakan surat. Sejumlah Standar Operasional Prosedur (SOP) dipetakan ulang untuk memastikan kesesuaian dengan fitur sistem, termasuk pengaturan level disposisi pada Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, dan pimpinan fakultas.

Pelatihan ini juga menghasilkan sejumlah usulan penguatan fitur, antara lain penambahan tanda tangan digital pimpinan program studi, penyesuaian template ujian komprehensif per program studi, fitur estimasi waktu layanan, integrasi NIP pada daftar pembimbing, fitur SK Pembimbing, serta pengajuan Surat Penelitian Mahasiswa yang terhubung langsung ke LP2M melalui tautan digital. Usulan-usulan tersebut menjadi bagian dari upaya harmonisasi antara kebutuhan layanan akademik dan pengembangan sistem digital fakultas.

Berdasarkan hasil pemetaan SOP, sebagian layanan mahasiswa telah tersedia dalam aplikasi, khususnya layanan penerbitan SK akademik. Namun demikian, sejumlah layanan bagi dosen, tenaga kependidikan, dan alumni masih memerlukan pengembangan lanjutan agar selaras dengan kebutuhan administrasi Fakultas Sains dan Teknologi.

Sebagai tindak lanjut, KPM FST menetapkan dua agenda utama, yaitu sosialisasi aplikasi SIPAKATAU kepada seluruh pimpinan program studi se-FST serta sosialisasi lanjutan kepada mahasiswa melalui platform daring. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis Fakultas Sains dan Teknologi dalam memperkuat digitalisasi layanan berbasis mutu serta mendorong tata kelola administrasi akademik yang lebih efektif, transparan, dan terdokumentasi.

Sumber: Irsyadi Siradjuddin, Komite Penjaminan Mutu Fakultas Sains dan Teknologi

Previous Post Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Bertepatan 21 Maret 2026
Next Post HMJ Biologi UIN Alauddin Lolos Pendanaan Program FOLU Net Sink 2030, Raih Rp50 Juta