Gambar KKN Angkatan 78 UIN Alauddin Siap Diterjunkan Berbasis Kampus Berdampak

KKN Angkatan 78 UIN Alauddin Siap Diterjunkan Berbasis Kampus Berdampak

UIN Alauddin Online - Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar menggelar pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 78 yang berlangsung di Auditorium UIN Alauddin Makassar. Kegiatan ini diikuti oleh 1.608 mahasiswa, yang terdiri atas 786 mahasiswa laki-laki dan 822 mahasiswa perempuan.

Peserta KKN Angkatan 78 berasal dari delapan fakultas, yakni Fakultas Syariah dan Hukum sebanyak 280 mahasiswa, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 88 mahasiswa, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat 167 mahasiswa, Fakultas Dakwah dan Komunikasi 223 mahasiswa, Fakultas Adab dan Humaniora 231 mahasiswa, Fakultas Sains dan Teknologi 420 mahasiswa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 146 mahasiswa, serta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan sebanyak 51 mahasiswa.

Pada pelaksanaan KKN tahun ini, mahasiswa akan mengikuti dua pola, yaitu KKN reguler dan KKN tematik. Untuk KKN tematik, UIN Alauddin Makassar merancang program kerja yang disesuaikan dengan tema wakaf tanah dan sertifikasi tanah wakaf. Oleh karena itu, Fakultas Sains dan Teknologi serta Fakultas Syariah dan Hukum dinilai relevan dengan tema perwakafan tersebut.


Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Alauddin Makassar, Dr. Hj. Rosmini Amin, M.Th.I., menyampaikan bahwa KKN Angkatan 78 tidak sekadar menjadi kewajiban akademik bagi mahasiswa. Menurutnya, KKN merupakan ruang pengabdian untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah melalui kreativitas dan improvisasi di tengah masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan KKN di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) berlandaskan pada tiga aspek utama, yaitu keilmuan, kebangsaan, dan keislaman. Ketiga aspek tersebut harus terintegrasi dalam setiap program kerja mahasiswa selama berada di lokasi KKN.

Lebih lanjut, Dr. Rosmini menjelaskan bahwa KKN di bawah naungan Kementerian Agama dituntut untuk menyinergikan program kerja dengan Asta Protas atau program prioritas Kementerian Agama. Salah satu fokus utamanya adalah mewujudkan konsep kampus berdampak, yakni kampus yang hadir di tengah masyarakat dan manfaatnya dapat dirasakan secara nyata.

“Bukan soal berapa lama kita berada di lokasi, tetapi bagaimana kita hadir, menjadi pendengar bagi masyarakat, belajar bersama mereka, dan mencari solusi secara kolaboratif,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar memahami perbedaan antara program kerja KKN dan non-KKN. Program kerja KKN harus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dokumentasi, hingga penyusunan laporan sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik.

Melalui pembekalan ini, diharapkan seluruh rangkaian KKN Angkatan 78 UIN Alauddin Makassar dapat berjalan dengan baik serta memberikan kontribusi nyata bagi pemberdayaan masyarakat.

Previous Post Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Bertepatan 21 Maret 2026
Next Post Sampaikan Selamat Hari Suci Nyepi, Menag: Satu Bumi, Satu Keluarga