UIN Alauddin Online - Kepala MAN Insan Cendekia (IC) Gowa, Burhanuddin, resmi meraih gelar doktor dan tercatat sebagai alumni ke-1579 Pascasarjana UIN Alauddin Makassar setelah mempertahankan disertasinya tentang moderasi beragama di lingkungan madrasah berbasis asrama. Sidang promosi digelar secara terbuka dan dipimpin langsung oleh Rektor UIN Alauddin Makassar.
Disertasi berjudul “Implementasi Moderasi Beragama Kementerian Agama dan Implikasinya terhadap Perilaku Keagamaan di MAN Insan Cendekia Gowa” itu mengkaji pemahaman, implementasi, serta dampak moderasi beragama terhadap perilaku keagamaan pendidik dan peserta didik. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen di lingkungan madrasah.
Usai sidang, Burhanuddin mengatakan hasil penelitiannya menunjukkan bahwa penguatan moderasi beragama efektif ketika dibangun melalui sistem pendidikan yang terintegrasi. “Moderasi beragama tidak cukup diajarkan sebagai konsep, tetapi harus dihidupkan dalam budaya madrasah, proses pembelajaran, dan pembinaan keseharian di asrama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, temuan riset memperlihatkan mayoritas pendidik dan peserta didik menunjukkan sikap toleran, terbuka, dan menolak kekerasan. Namun, ia juga mencatat masih diperlukan penguatan kapasitas bagi sebagian pendidik lintas mata pelajaran. “Perlu pelatihan yang lebih kontekstual agar nilai moderasi juga bisa diintegrasikan dalam pelajaran non-keagamaan dan eksakta,” kata Burhanuddin.
Menurut dia, pendekatan kelembagaan menjadi faktor kunci keberhasilan implementasi moderasi beragama. “Moderasi harus menjadi bagian dari budaya institusi, bukan hanya program sesaat. Kolaborasi seluruh unsur madrasah sangat menentukan,” tuturnya.
Sidang promosi doktor tersebut dipimpin Ketua Sidang Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis. Tim promotor terdiri dari Prof. Dr. K. H. Harun Ar Rasyid, Lc., M.A. sebagai promotor, dengan kopromotor Prof. Dr. Muhammin Latif, M.Ag., M.Ed. dan Prof. Dr. Abdullah Talib, M.Ag. Penguji eksternal adalah Dr. KH. Farid F. Saenong, M.A., Ph.D., Koordinator Staf Khusus Menteri Agama RI, bersama jajaran penguji internal Pascasarjana.
Dengan capaian ini, Burhanuddin menyatakan komitmennya untuk mendorong penguatan praktik moderasi beragama di lingkungan pendidikan. Ia berharap model yang dihasilkan dari risetnya dapat direplikasi di berbagai madrasah dan sekolah berasrama di Indonesia.
Alat AksesVisi