UIN Alauddin Online - Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar menyelenggarakan Workshop Penyusunan Roadmap Penelitian Dosen Tahun 2026 pada Rabu, 22 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Senat Lantai IV Gedung Rektorat.
Workshop ini dibuka oleh Dekan FKIK, Dr. dr. Dewi Setiawati, Sp.OG, yang menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan yang ketiga kalinya dilaksanakan sejak FKIK berdiri. Ia menegaskan bahwa penelitian merupakan bagian penting dari Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus menjadi cerminan wajah akademisi melalui karya-karya riset yang dihasilkan.
“Penelitian bukan sekadar kewajiban, tetapi menjadi representasi kita sebagai akademisi. Dari hasil penelitianlah wajah kita sebagai dosen terlihat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa roadmap penelitian bukan sekadar dokumen administratif, melainkan peta jalan yang menjadi kompas dalam perjalanan karier akademik dosen sebagai peneliti.
“Roadmap itu ibarat peta jalan. Bukan sekadar dokumen, tetapi harus diiringi langkah nyata. Dari sanalah kita menentukan arah dan target penelitian ke depan,” jelasnya.
Dekan FKIK juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam pengembangan riset. Ia menekankan bahwa keberhasilan tidak dapat dicapai secara individu, melainkan melalui sinergi antar dosen, baik dalam lingkup program studi, lintas prodi, hingga lintas fakultas. Ia turut menyampaikan harapan agar jumlah guru besar di FKIK terus meningkat dari yang saat ini berjumlah dua orang menjadi 10 hingga 15 guru besar dalam beberapa tahun ke depan.
“Tidak ada kesuksesan tanpa kolaborasi. Ketika kita bergandengan tangan, keberhasilan akan lebih cepat tercapai,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia berharap melalui kegiatan ini akan lahir roadmap penelitian dosen yang jelas, realistis, dan berkelanjutan. Pesan tersebut juga ditujukan kepada para ketua unit agar mampu memetakan arah pengembangan riset secara lebih terstruktur.
“Kolaborasi itu perlu dipetakan dengan baik. Kita ingin kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah terus meningkat, tidak hanya berhenti pada tahap submit, tetapi juga menghasilkan luaran yang nyata dan berdampak,” ujarnya.
Menutup sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, tim, dan dosen yang telah berkontribusi dalam penyusunan roadmap penelitian dosen FKIK.
“Saya berharap ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah nyata dalam memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, institusi, dan juga nilai-nilai keimanan,” pungkasnya.
Kegiatan ini dimoderatori oleh dosen Program Studi Farmasi UIN Alauddin Makassar, Dr. Haeria, S.Si., M.Si., serta dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, para wakil dekan, ketua program studi, sivitas akademika, hingga mahasiswa.
Pada sesi pertama, Wakil Dekan I FKIK, Dr. apt. Isriany Ismail, S.Si., M.Si., memaparkan pengantar arah penelitian FKIK. Ia menekankan urgensi roadmap penelitian dosen sebagai upaya memastikan keberlanjutan riset sekaligus mendukung pencapaian milestone UIN Alauddin Makassar.
Menurutnya, setiap dosen perlu memiliki arah penelitian yang terstruktur sejak awal, yang kemudian terintegrasi dengan roadmap program studi hingga tingkat fakultas.
“Roadmap dosen sebaiknya disusun lebih awal, lalu terhubung dengan roadmap program studi dan fakultas, hingga akhirnya mendukung pencapaian target institusi,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa roadmap penelitian tidak harus terbatas pada periode tertentu, melainkan dapat disusun sejak awal perjalanan riset dosen dengan orientasi pada penguatan keunggulan komparatif di bidang penelitian kesehatan.
Selain itu, ia mendorong keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian sebagai bagian dari penguatan budaya riset di lingkungan FKIK.
“Mahasiswa yang hadir di sini adalah mereka yang ingin belajar. Karena itu, dosen diharapkan dapat melibatkan mahasiswa dalam kegiatan penelitian,” tambahnya.
Memasuki sesi inti, Prof. Dr. Nur Hidayah, S.Kep., Ns., M.Kes., memaparkan materi penyusunan roadmap penelitian dosen FKIK. Ia menjelaskan bahwa roadmap menjadi landasan strategis dalam mendukung transformasi FKIK menuju research university, penguatan kesehatan holistik sebagai payung keilmuan fakultas, serta integrasi ilmu keislaman dan sains sesuai arah kebijakan nasional Kementerian Agama.
Menurutnya, roadmap penelitian dosen memiliki peran penting dalam menyatukan arah antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas riset melalui publikasi bereputasi, perolehan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta pengembangan model dan intervensi yang terstandar.
“Roadmap menjadi dasar dalam menentukan prioritas tema penelitian, alokasi pendanaan, kemitraan strategis, hingga hilirisasi hasil riset,” paparnya.
Ia juga menjelaskan langkah-langkah sistematis dalam penyusunan roadmap, mulai dari identifikasi potensi diri dan kelompok keilmuan, penyelarasan dengan distingsi program studi, penyusunan milestone lima tahunan, hingga penetapan target luaran yang terukur.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik terbimbing berupa pendampingan penyusunan roadmap, presentasi hasil, serta pemberian umpan balik. Workshop ini ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut sebagai langkah konkret dalam mengimplementasikan roadmap penelitian dosen FKIK ke depan.
Alat AksesVisi