UIN Alauddin Online - Upaya membaca jejak lulusan terus diperkuat oleh Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar melalui kegiatan Diseminasi Tracer Study 2025 yang digelar oleh Career Development Center (CDC), Kamis, 23 April 2026, di Ruang Rapat Senat Lantai IV Gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Muhammad Khalifa Mustami, M.Pd., para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, serta perwakilan stakeholder, termasuk Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gowa, Syahrul Riadi, S.E.
Dalam sambutannya, Syahrul Riadi menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mendukung penyerapan tenaga kerja lulusan, sekaligus mendorong alumni untuk terdata dalam sistem ketenagakerjaan.
“Perlu ada koordinasi yang kuat antara pihak kampus dan Disnaker agar lulusan dapat terserap di dunia kerja sekaligus mendapatkan perlindungan yang memadai,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UIN Alauddin Makassar, Prof. Muhammad Khalifa Mustami, M.Pd., menegaskan bahwa tracer study memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan institusi, sehingga hasilnya perlu disebarluaskan dan dimanfaatkan secara optimal.
“Informasi dari tracer study ini harus disebarluaskan agar memberikan manfaat. Jika tidak, maka data tersebut hanya akan menjadi dokumen tanpa dampak yang nyata,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa data tracer study menjadi dasar penting dalam pengambilan kebijakan di berbagai level, mulai dari program studi hingga universitas, sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu lulusan.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan tracer study oleh Ketua CDC UIN Alauddin Makassar, Muh. Irwan, S.Si., M.Si. Ia menjelaskan bahwa tracer study tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan akreditasi, tetapi juga sebagai instrumen evaluasi dan umpan balik bagi perguruan tinggi.
“Tracer study bukan sekadar kebutuhan akreditasi, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan mutu perguruan tinggi,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan tracer study sangat bergantung pada kolaborasi lintas unit di lingkungan kampus, khususnya antara program studi dan CDC.
Dalam pelaksanaannya, CDC berperan sebagai pengelola akun utama (master) tracer study, termasuk dalam pengolahan dan sinkronisasi data, sementara pengumpulan data tetap dilakukan di tingkat program studi yang berinteraksi langsung dengan alumni.
Selain itu, ia memaparkan sejumlah faktor kunci keberhasilan tracer study, di antaranya jangkauan responden yang luas, tingkat respons yang tinggi, kualitas data yang lengkap dan valid, integrasi sistem yang baik, serta kolaborasi lintas unit.
Adapun indikator utama tracer study meliputi jumlah responden, status lulusan, waktu tunggu lulusan, serta tingkat kepuasan pengguna lulusan.
Kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan peserta dari berbagai unit, sebagai ruang berbagi masukan dan pengalaman dalam pelaksanaan tracer study di masing-masing program studi.
Melalui diskusi tersebut, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih komprehensif sekaligus penguatan koordinasi lintas unit dalam mengoptimalkan pengelolaan data alumni.
Melalui kegiatan ini, UIN Alauddin Makassar menegaskan komitmennya untuk memperkuat sistem tracer study secara berkelanjutan, sehingga data alumni dapat dimanfaatkan sebagai dasar evaluasi dan peningkatan mutu lulusan yang lebih adaptif dan berdaya saing.
Alat AksesVisi