FKIK UIN Alauddin Perkuat Pengukuran CPL dalam Tata Kelola Akademik
UIN Alauddin Online — Pengukuran Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) menjadi fokus benchmarking pengelolaan program studi dan fakultas yang digelar Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar di Ruang Senat Fakultas, Senin (12/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada 12–13 Oktober 2026 ini diarahkan untuk memperkuat tata kelola akademik berbasis digital sekaligus memastikan capaian pembelajaran mahasiswa dapat dievaluasi secara terukur.
Dekan FKIK UIN Alauddin Makassar, Dr. dr. Dewi Setiawati, Sp.OG., M.Kes., saat membuka kegiatan menekankan pentingnya komitmen bersama dalam membangun sistem penjaminan mutu akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
“Penguatan mutu akademik harus menjadi komitmen bersama, bukan sekadar pemenuhan standar administrasi. Melalui benchmarking ini, kami ingin memastikan pengelolaan program studi semakin terukur, adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, dan berorientasi pada kualitas lulusan,” ujarnya.
Menurut Dewi, pemanfaatan teknologi digital dan evaluasi capaian pembelajaran perlu menjadi bagian integral dari tata kelola fakultas. Melalui pendekatan tersebut, program studi diharapkan mampu mengidentifikasi aspek pembelajaran yang perlu diperbaiki serta memastikan proses pendidikan berjalan sesuai standar mutu yang ditetapkan.
Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Yusring Sanusi Baso, M.App. Ling., sebagai narasumber yang membahas pengukuran CPL. Sesi tersebut dimoderatori oleh Dr. apt. Karlina Amir Tahir, S.Si., M.Si.
Dalam pemaparannya, Yusring menegaskan bahwa CPL tidak cukup hanya dirumuskan dalam dokumen kurikulum, tetapi harus dapat diukur melalui proses pembelajaran dan evaluasi yang sistematis.
“Capaian Pembelajaran Lulusan tidak cukup hanya dirumuskan dalam dokumen kurikulum, tetapi harus dapat diukur melalui proses pembelajaran dan hasil evaluasi yang jelas. Dengan pengukuran yang sistematis, program studi dapat mengetahui kompetensi yang sudah tercapai dan aspek yang masih perlu diperbaiki,” jelasnya.
Ia menjelaskan, hasil pengukuran CPL dapat menjadi dasar bagi program studi untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran, mengidentifikasi kesenjangan kompetensi mahasiswa, serta menentukan langkah perbaikan kurikulum. Dengan demikian, evaluasi mutu akademik tidak berhenti pada pemenuhan dokumen administratif, tetapi juga bertumpu pada bukti ketercapaian kompetensi lulusan.
Diskusi dan tanya jawab dalam kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk memperdalam pemahaman mengenai penerapan pengukuran CPL dalam pengelolaan program studi.
Melalui benchmarking ini, FKIK UIN Alauddin Makassar diharapkan dapat memperkuat budaya mutu, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital, serta meningkatkan kualitas pengelolaan fakultas dan program studi. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah memastikan proses pendidikan menghasilkan tenaga kesehatan yang kompeten, profesional, dan berintegritas.