UIN Alauddin Online – Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Perguruan tinggi Islam negeri tersebut tercatat sebagai institusi dengan jumlah penerima pendanaan riset terbanyak dalam Program Pendanaan Riset MoRA–The Air Funds (TAF) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Pengumuman resmi hasil seleksi pendanaan riset tersebut disampaikan melalui surat Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI bernomor B-5144/SJ/B.X/BP.04/12/2025 tertanggal 30 Desember 2025, yang ditandatangani atas nama Sekretaris Jenderal oleh Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan.
Berdasarkan hasil seleksi yang dilaksanakan secara bertahap, transparan, dan akuntabel, mulai dari seleksi administrasi, penilaian substansi oleh reviewer nasional dan internasional, hingga penetapan akhir, sebanyak 90 tim peneliti dari berbagai perguruan tinggi dinyatakan lolos dan berhak memperoleh pendanaan riset MoRA–The Air Funds Tahun 2025.
Dari jumlah tersebut, UIN Alauddin Makassar berhasil meloloskan enam tim peneliti, menjadikannya sebagai perguruan tinggi dengan perolehan pendanaan terbanyak. Enam tim tersebut tersebar pada tiga kluster keilmuan, yakni tiga tim kluster Sains dan Teknologi, dua tim kluster Sosial Humaniora, serta satu tim kluster Ekonomi dan Lingkungan. Capaian ini menunjukkan kuatnya kapasitas riset serta daya saing akademik sivitas akademika UIN Alauddin Makassar di tingkat nasional.
Adapun nama-nama peneliti UIN Alauddin Makassar yang dinyatakan lolos pendanaan Riset MoRA–The Air Funds Tahun 2025, yaitu Prof. Dr. Ir. Muh. Basir S. Paly, M.S., Prof. Dr. Wasilah Sahabuddin, S.T., M.T., dan Dr. Mohammad Fais Satrianegara, S.KM., MARS. dari kluster Sains dan Teknologi; Dr. Risnah, S.KM., S.Kep., Ns., M.Kes. dan Ir. Ar. Zulkarnain AS, S.T., M.T., IAI. dari kluster Sosial Humaniora; serta Prof. Muslimin Kara, S.Ag., M.Ag. dari kluster Ekonomi dan Lingkungan.
Dalam pengumuman tersebut, Kementerian Agama RI menegaskan bahwa seluruh periset yang dinyatakan lolos wajib mengikuti tahapan lanjutan, termasuk penandatanganan kontrak pendanaan serta pelaksanaan riset sesuai ketentuan yang berlaku. Pengelolaan penelitian dilakukan melalui sistem e-RISPRO LPDP guna menjamin profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas pelaksanaan riset.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Alauddin Makassar, Rosmini Amin, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para tim periset atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras, konsistensi, serta budaya riset yang terus diperkuat di lingkungan UIN Alauddin Makassar.
“Capaian ini mencerminkan kualitas akademik, dedikasi, dan komitmen sivitas akademika UIN Alauddin Makassar dalam mengembangkan penelitian yang unggul, inovatif, dan berdampak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rosmini berharap pendanaan riset MoRA–The Air Funds dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan luaran riset yang berkualitas, berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan institusi.
Ia juga menegaskan bahwa LP2M UIN Alauddin Makassar akan terus berkomitmen memperkuat ekosistem penelitian guna meningkatkan reputasi dan daya saing institusi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi indikator positif atas kualitas proposal, relevansi tema riset, serta kesiapan sumber daya peneliti UIN Alauddin Makassar dalam mendukung pengembangan riset keagamaan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Alat AksesVisi