Gambar Dr. Nasrullah Bawa Riset AI Perpustakaan Sekolah Islam ke Forum Internasional Bali

Dr. Nasrullah Bawa Riset AI Perpustakaan Sekolah Islam ke Forum Internasional Bali

UIN Alauddin Online — Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) mulai menyentuh ruang-ruang layanan perpustakaan sekolah. Fenomena tersebut menjadi fokus riset Dr. Nasrullah, S.I.P., M.I.P., Dosen Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Makassar, yang dipresentasikan dalam forum akademik internasional di Bali.

Dr. Nasrullah mempresentasikan artikel ilmiah berjudul “The Utilization of Artificial Intelligence by Librarians in Developing Library Services at Islamic Schools in Makassar City” dalam International Conference: 7th Science and Technology Metrics (STMeT) & 8th Real Time Intelligent System (RTIS) 2026 di Hilton Garden Inn, Bali, 2–4 Oktober 2026.

Riset tersebut mengkaji pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) oleh pustakawan dalam pengembangan layanan perpustakaan sekolah Islam di Kota Makassar. Pemanfaatan AI yang dikaji mencakup pelayanan dan penelusuran informasi, promosi perpustakaan, hingga pengelolaan administrasi perpustakaan.

Menurut Dr. Nasrullah, forum internasional tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan hasil penelitian mengenai perkembangan kepustakawanan di Indonesia sekaligus bertukar pengetahuan dengan akademisi dan praktisi dari berbagai negara.

“Saya senang bisa bergabung dan mempresentasikan artikel ini dalam forum internasional yang dihadiri peserta dari berbagai negara. Ini menjadi kesempatan untuk berbagi hasil penelitian sekaligus bertukar gagasan mengenai pemanfaatan AI dan masa depan layanan perpustakaan,” ungkapnya.

Konferensi tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk membahas perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk kecerdasan buatan serta sistem informasi cerdas.


Bagi Dr. Nasrullah, pembahasan mengenai AI dalam layanan perpustakaan menjadi semakin relevan seiring perubahan lingkungan informasi dan perkembangan teknologi digital. Ia berharap hasil penelitian tersebut dapat berkontribusi terhadap penguatan kompetensi pustakawan sekaligus mendorong inovasi layanan perpustakaan sekolah Islam.

Keikutsertaan dalam forum internasional ini sekaligus membuka ruang bagi pengembangan kajian kepustakawanan yang lebih responsif terhadap perubahan teknologi, dengan tetap menempatkan kebutuhan pengguna informasi sebagai bagian penting dalam pengembangan layanan.

Previous Post UIN Alauddin dan Pemkab Selayar Dorong Kerja Sama Riset hingga Inovasi Daerah
Next Post 18 Kantong Darah Terkumpul dari Donor Darah UIN Alauddin