Gambar Dr. Andi Muhammad Akmal Isi Tausiah Ramadhan Kanwil Kemenag Sulsel

Dr. Andi Muhammad Akmal Isi Tausiah Ramadhan Kanwil Kemenag Sulsel

UIN Alauddin Online - Ketua Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Alauddin Makassar, Dr. H. Andi Muhammad Akmal, S.Ag., M.HI., didaulat sebagai pembawa tausiah dalam kegiatan Tebar Harapan Ramadhan yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat, 6 Maret 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, para Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bidang, Kepala Seksi, serta perwakilan sejumlah lembaga dan organisasi keagamaan seperti Baznas, Nahdlatul Ulama (NU), Wahdah Islamiyah, Muhammadiyah, Dharma Wanita Persatuan, serta perwakilan dari panti asuhan.


Selain tausiah Ramadhan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sembako kepada panti asuhan sebagai bentuk kepedulian sosial serta penguatan semangat berbagi di bulan suci Ramadhan.

Dalam tausiahnya yang bertema “Al-Qur’an, Amanah Ekologis, dan Jalan Perdamaian Dunia”, Dr. Andi Muhammad Akmal mengajak umat Islam menjadikan momentum Nuzulul Qur’an sebagai refleksi untuk memperkuat kesadaran spiritual sekaligus tanggung jawab terhadap lingkungan hidup dan perdamaian global.

Menurutnya, Al-Qur’an diturunkan sebagai rahmatan lil ‘alamin yang menegaskan peran manusia sebagai khalifah di muka bumi, yakni pengelola yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan alam dan menciptakan kedamaian.

“Al-Qur’an menempatkan manusia sebagai khalifah yang mengemban amanah ekologis. Manusia tidak hanya dituntut untuk memanfaatkan bumi, tetapi juga menjaganya sebagai bentuk ibadah kepada Allah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kerusakan lingkungan dalam perspektif Islam merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah Allah. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an bahwa kerusakan di darat dan laut terjadi akibat perbuatan manusia, sehingga manusia memiliki tanggung jawab moral dan teologis untuk merawat bumi.

Dr. Akmal juga menjelaskan konsep ekoteologi Islam, yakni pandangan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari praktik keagamaan. Upaya sederhana seperti menghemat air, menanam pohon, dan menjaga keseimbangan alam dinilai sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah SWT.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi langkah Kementerian Agama RI yang menjadikan isu lingkungan sebagai agenda penting melalui pendekatan spiritual. Salah satunya melalui penerbitan Tafsir Ayat-Ayat Ekologi oleh Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) yang bertujuan membangun kesadaran ekoteologis berbasis Al-Qur’an.

Program tersebut juga diperkuat melalui berbagai inisiatif seperti Gerakan Kemenag ASRI (Aman, Sejuk, Rindang, Indah) serta penguatan pendidikan berbasis ekologi di madrasah dan pesantren.

Di tingkat daerah, Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan turut mengimplementasikan konsep tersebut melalui berbagai program yang mengintegrasikan moderasi beragama, kesadaran lingkungan, serta penguatan kerukunan umat.

Dalam kesempatan itu, disampaikan pula bahwa penyuluh agama di Sulawesi Selatan didorong untuk menyampaikan pesan-pesan ekologis dan perdamaian dalam kegiatan dakwah, sehingga kesadaran menjaga lingkungan dapat menjadi bagian dari praktik keimanan masyarakat.


Dr. Akmal menegaskan bahwa menjaga lingkungan dan membangun perdamaian merupakan dua hal yang saling berkaitan. Kerusakan alam, menurutnya, kerap menjadi sumber konflik akibat perebutan sumber daya, sehingga menjaga kelestarian bumi menjadi bagian penting dalam menciptakan dunia yang damai.

“Momentum Nuzulul Qur’an harus menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an bukan hanya pedoman ibadah, tetapi juga petunjuk dalam menjaga keseimbangan alam dan membangun peradaban yang damai,” pungkasnya.

Melalui kegiatan Tebar Harapan Ramadhan, Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan berharap nilai-nilai kepedulian sosial, kesadaran ekologis, serta semangat persaudaraan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sejalan dengan pesan universal Al-Qur’an sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta.

Previous Post Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Bertepatan 21 Maret 2026
Next Post HMJ Biologi UIN Alauddin Lolos Pendanaan Program FOLU Net Sink 2030, Raih Rp50 Juta