UIN Alauddin Online - Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) Al-Wasathiyah Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar resmi memulai babak baru kepengurusan periode 2026. Pelantikan pengurus baru berlangsung khidmat di Ruang Lecture Theatre (LT) FDK, Selasa, 3 Februari 2026.
Kegiatan pelantikan ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, pejabat struktural, pembina lembaga, serta perwakilan organisasi kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Acara diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan oleh Kepala Bagian Tata Usaha FDK, H. Harianto, M.M.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan III Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Prof. Dr. Syamsuddin AB, S.Ag., M.Pd., menegaskan peran strategis LDF Al-Wasathiyah sebagai garda terdepan dalam penguatan nilai-nilai religius di lingkungan kemahasiswaan FDK.
“Alhamdulillah, LDF Al-Wasathiyah selama ini berada di garis terdepan dalam penguatan aspek religius di lembaga kemahasiswaan Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Banyak program keislaman lahir dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kontribusi pengurus periode sebelumnya serta berharap kepengurusan baru dapat tampil lebih agresif dan inovatif dalam menjalankan program pembinaan mahasiswa. Menurutnya, pengembangan program kerja perlu terus dilakukan, tidak hanya pada aspek keislaman, tetapi juga pada ranah kebudayaan, sosial, dan seni.
Selain itu, Prof. Syamsuddin menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga kemahasiswaan.
“Saya berharap pada periode 2026 ini tercipta kekompakan yang nyata. Setiap kegiatan Al-Wasathiyah idealnya mendapat dukungan dan kehadiran pengurus lembaga mahasiswa lainnya. Kolaborasi adalah kunci,” tambahnya.
Ia juga mengajak LDF Al-Wasathiyah untuk terus menghidupkan budaya keislaman di kampus, salah satunya dengan membiasakan salat berjamaah saat azan berkumandang, serta menjaga persatuan dan kebersamaan di kalangan mahasiswa.
Suasana haru mewarnai acara saat Ketua Umum LDF Al-Wasathiyah periode 2025, Muhammad Fadil, menyampaikan pesan demisioner. Sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab organisasi, ia menyerahkan buku tahunan yang memuat rekam jejak, capaian, serta evaluasi kinerja kepengurusan selama satu periode kepada pengurus baru dan pembina.
Dalam sambutannya, Fadil berharap estafet kepemimpinan ini mampu melahirkan gerakan dakwah yang lebih progresif dan adaptif. Ia menuturkan bahwa kepengurusan selanjutnya diharapkan tidak hanya melanjutkan program yang telah ada, tetapi juga mampu membaca peluang dakwah yang relevan dan berdampak langsung bagi mahasiswa.
Sementara itu, Ketua Umum LDF Al-Wasathiyah periode 2026, Jahlul Irfani, menyatakan komitmennya untuk menjadikan lembaga ini sebagai ruang dakwah yang seimbang antara penguatan intelektual dan spiritual.
“Intelektual tanpa spiritual diibaratkan sebagai ruangan yang hampa dan kosong. Keduanya harus berjalan beriringan agar setiap aktivitas yang kita lakukan bernilai ibadah di sisi Allah SWT,” tegas Jahlul dalam pidatonya.
Ia menegaskan bahwa LDF Al-Wasathiyah akan terus mendorong peningkatan kapasitas akademik mahasiswa tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama gerakan dakwah.
Acara pelantikan ditutup dengan sesi foto bersama serta penyerahan buku tahunan kepada pengurus dan pembina. Momen tersebut menjadi simbol dimulainya perjalanan baru LDF Al-Wasathiyah dalam mengawal dan menanamkan nilai-nilai keislaman di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar.
Alat AksesVisi