UIN Alauddin Online — Kantor Pusat Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar Apel Pagi Senin terakhir setiap bulan di pelataran Gedung Rektorat sisi Timur Kampus II, Senin, 26 Januari 2026. Apel tersebut diikuti nyaris seluruh pegawai dan dipimpin Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), Anwar Abubakar, sebagai pembina apel.
Dalam amanatnya, Anwar menekankan bahwa tahun 2026 harus diawali dengan semangat dan motivasi kerja yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menyebut, hasil evaluasi kinerja tahun 2025 menunjukkan peningkatan di hampir seluruh sektor, meski masih terdapat beberapa unit kerja yang mengalami penurunan capaian.
“Tahun 2026 kita awali dengan semangat dan motivasi yang harus meningkat dibanding tahun lalu. Evaluasi 2025 menunjukkan hampir semua sektor mengalami peningkatan, meskipun masih ada beberapa yang grafiknya menurun,” kata Anwar.
Ia mengingatkan kembali lima nilai budaya kerja Kementerian Agama yang telah dibacakan dalam apel. Dari lima nilai tersebut, menurut Anwar, terdapat dua aspek yang perlu mendapatkan perhatian serius untuk diperkuat, yakni integritas dan profesionalitas yang erat kaitannya dengan kedisiplinan.
“Dua hal yang perlu ditingkatkan adalah integritas dan profesionalitas, terutama soal kedisiplinan. Momentum ini penting untuk kembali memperkuat nilai budaya kerja kita,” ujarnya.
Anwar juga menyinggung tingkat kehadiran peserta apel yang hampir seluruhnya terpenuhi. Ia menilai sebagian kecil pegawai yang belum hadir kemungkinan masih dalam perjalanan menuju kampus. Namun demikian, hal tersebut tetap menjadi pengingat pentingnya kedisiplinan sebagai bagian dari profesionalitas aparatur.
Selain itu, Anwar berharap budaya kerja ketiga, yakni inovasi, terus dikembangkan, sementara budaya kerja keempat berupa tanggung jawab perlu diperkuat agar setiap pekerjaan dapat diselesaikan secara tuntas.
“Apa yang sudah kita capai di tahun 2025 harus dipertahankan di 2026, bahkan kalau bisa ditingkatkan. Misalnya capaian di bidang PPID yang sudah baik,” tuturnya.
Ia menegaskan, dari lima budaya kerja Kementerian Agama, profesionalitas—khususnya kedisiplinan—dan tanggung jawab kerja merupakan dua hal yang harus dijaga secara konsisten karena sangat berkaitan langsung dengan kualitas layanan institusi.
Dalam kesempatan yang sama, Anwar juga menyinggung pengelolaan kepegawaian dan sumber daya manusia. Ia membandingkan praktik birokrasi di sejumlah negara tetangga seperti Brunei Darussalam dan Malaysia, di mana sistem administrasi berjalan tertib tanpa harus diajukan secara berulang oleh pegawai.
Sementara itu, terkait pengawasan internal, Anwar menegaskan pentingnya peran Satuan Pengawasan Internal (SPI) dalam mengevaluasi setiap potensi penyimpangan. Ia menyebut, setiap temuan di unit pelaksana teknis maupun fakultas harus ditindaklanjuti sesuai mekanisme pemeriksaan yang berlaku.
“Setiap ada penyimpangan harus dievaluasi oleh SPI. Jika ada temuan di UPT atau fakultas, maka SPI yang masuk melakukan pemeriksaan sesuai kewenangannya,” tegasnya.
Apel pagi tersebut menjadi momentum penguatan komitmen bersama seluruh sivitas akademika UIN Alauddin Makassar untuk meningkatkan kinerja, kedisiplinan, dan kualitas tata kelola institusi di tahun 2026.
Alat AksesVisi